JurnalLugas.Com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa kepala daerah yang terpilih harus mengedepankan ide dan imajinasi dalam membangun daerahnya, tanpa terlalu bergantung pada anggaran yang tersedia dari negara.
Pernyataan ini disampaikan Hasto dalam acara pembekalan yang berlangsung secara hybrid di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, pada Selasa, 11 Februari 2025. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan pentingnya memahami pemikiran Soekarno yang berakar pada dialektika sejarah Nusantara dan dunia, serta dipengaruhi oleh materialisme historis, Marxisme, nasionalisme, Islamisme, dan sosialisme.
Menghidupkan Sejarah dalam Kepemimpinan
Hasto menekankan bahwa sejarah adalah elemen penting dalam setiap perumusan kebijakan dan strategi politik. Ia mengutip prinsip Soekarno yang menekankan agar tidak melupakan dan meninggalkan sejarah. Hal ini menjadi landasan utama dalam setiap langkah strategis PDIP, termasuk dalam pembangunan kantor DPP alternatif di Yogyakarta.
Menurut Hasto, ide pembangunan kantor tersebut muncul dari gagasan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang mempertimbangkan potensi ancaman megathrust di Jakarta. Dengan adanya kantor alternatif di Yogyakarta, partai tetap memiliki pusat kegiatan representatif jika terjadi keadaan darurat di Jakarta.
Konsep Green Building dan Kekuatan Imajinasi
Sejalan dengan pemikiran Soekarno yang menitikberatkan pada ide dan imajinasi, PDIP mengembangkan konsep green building dalam pembangunan kantor DPP alternatif. Pembangunan ini melibatkan mahasiswa arsitektur yang dirangkul untuk mewujudkan desain ramah lingkungan dan futuristik.
“Kami menghubungi beberapa arsitek dari kalangan mahasiswa. Kita rangkul, kita punya konsep tentang green building. Maka ide melahirkan imajinasi,” ujar Hasto.
Ia menekankan bahwa pemimpin daerah seharusnya tidak hanya terpaku pada anggaran, tetapi harus memiliki visi besar dalam membangun wilayahnya. Menurutnya, Soekarno tidak pernah berhitung soal uang ketika memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, melainkan berpegang pada kekuatan ide dan imajinasi.
Yogyakarta dan Nilai Sejarah bagi PDIP
Pembangunan kantor alternatif ini dirancang sebagai gedung lima lantai dengan luas 3.000 meter persegi. Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Kota ini memiliki nilai historis yang kuat bagi PDIP, terutama karena Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta dan kota ini pernah menjadi pusat penyelamatan Republik Indonesia pada masa lalu.
“Ibu Mega lahir di Jogja. Oh ternyata Jogja pernah menjadi penyelamatan republik,” ungkap Hasto.
Membangun Daerah dengan Ide dan Imajinasi
Dalam acara pembekalan yang dihadiri oleh pengurus pusat PDIP, Hasto menegaskan bahwa kepala daerah harus memiliki visi yang kuat dalam membangun wilayahnya. Ia mengkritik pandangan pragmatis yang terlalu berorientasi pada anggaran tanpa memperhitungkan kekuatan ide dan imajinasi.
“The power of idea dan the power of imagination adalah kunci bagi PDIP dalam merumuskan strategi politik dan pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan berpegang pada semangat dan pemikiran Bung Karno, Hasto berharap para kepala daerah dari PDIP mampu menciptakan inovasi dalam pembangunan yang berdampak positif bagi masyarakat. Kepemimpinan berbasis ide dan imajinasi diyakini akan membawa perubahan besar bagi kemajuan daerah di seluruh Indonesia.
Baca berita seputar politik hanya di Jurnal Lugas






