JurnalLugas.Com – Perusahaan elektronik asal Taiwan, Foxconn, mengonfirmasi kabar mengenai rencana kerja samanya dengan Nissan Motor. Namun, Chairman Foxconn Young Liu menegaskan bahwa kemitraan ini tidak akan berujung pada akuisisi. Pernyataan ini disampaikan pada Selasa, 11 Februari 2025.
Nissan Cari Mitra Baru Usai Gagal Merger dengan Honda
Nissan tengah mencari mitra strategis setelah rencana merger dengan Honda tidak membuahkan hasil. Dalam pencarian mitra baru, Foxconn muncul sebagai salah satu kandidat potensial.
Sebagai produsen elektronik kontrak terbesar di dunia dan pemasok utama Apple untuk produksi iPhone, Foxconn memiliki kapabilitas dalam bidang manufaktur yang kuat. Keterlibatan perusahaan ini dalam industri otomotif juga semakin meningkat seiring dengan ekspansi bisnisnya ke kendaraan listrik dan teknologi otomotif lainnya.
Fokus Foxconn: Kemitraan, Bukan Akuisisi
Young Liu menegaskan bahwa rencana kerja sama dengan Nissan bukanlah bagian dari strategi akuisisi. Foxconn hanya ingin membangun hubungan kemitraan strategis dalam ekosistem otomotif.
“Membeli sahamnya bukanlah tujuan kami; tujuan kami adalah kerja sama,” ujar Young Liu.
Pernyataan ini sekaligus membantah spekulasi yang menyebut Foxconn berencana mengambil alih kepemilikan Nissan.
Kemungkinan Kerja Sama dengan Renault
Selain Nissan, Foxconn juga mempertimbangkan kerja sama dengan Renault, perusahaan otomotif asal Prancis. Hal ini dikarenakan Nissan memiliki kepemilikan saham di Renault, sehingga kerja sama dengan Renault dapat mendukung sinergi yang lebih luas dalam industri otomotif.
Dengan potensi kolaborasi ini, Foxconn semakin memperluas jangkauan bisnisnya di sektor otomotif global, khususnya dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik dan manufaktur.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan industri otomotif dan kerja sama strategis antar perusahaan, kunjungi JurnalLugas.com.






