Eko Sugiono Miliki Bunker Senjata di Manokwari Berisi Ribuan Amunisi dan Senpi

JurnalLugas.Com – Papua Barat kembali menjadi sorotan setelah aparat kepolisian berhasil mengungkap bunker rahasia yang menyimpan senjata api dan amunisi dalam jumlah besar. Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin, mengungkapkan bahwa Eko Sugiono, yang ditangkap di Kampung Soribo, Kabupaten Manokwari, memiliki bunker yang dicor semen dan ditutupi dengan keramik untuk menyembunyikan senjata tersebut.

Bunker Rahasia Berisi Ratusan Amunisi

Dalam penggerebekan yang dilakukan oleh aparat kepolisian, ditemukan dua pucuk senjata api laras pendek serta 1.147 butir amunisi beserta komponen senjata rakitan di dalam bunker tersebut. Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa jaringan perdagangan senjata ilegal masih aktif di wilayah Papua dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Kapolda Papua menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberantas peredaran senjata api ilegal yang dapat mengancam keamanan wilayah.

Keterkaitan dengan Mantan Anggota TNI

Dalam penyelidikan lebih lanjut, diketahui bahwa Eko Sugiono memiliki hubungan dengan Yuni Enumbi, yang juga merupakan mantan anggota TNI di Kodam XVIII Kasuari. Keduanya telah dipecat dari dinas militer dan diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan senjata.

Baca Juga  Polda Jatim Tangkap Tiga Warga Bojonegoro Pemasok Senpi KKB Papua

Menurut keterangan yang diperoleh dari Yuni Enumbi, Eko Sugiono memperkenalkannya kepada salah satu tersangka yang ditangkap di Bojonegoro, Jawa Timur. Hal ini menunjukkan adanya jaringan luas yang menghubungkan beberapa wilayah dalam peredaran senjata ilegal ini.

Modus Operandi: Pengiriman Lewat Jalur Laut

Hasil pemeriksaan sementara mengungkap bahwa Yuni Enumbi menerima senjata api dan amunisi dari tersangka Teguh. Teguh bersama rekan-rekannya diduga berperan dalam pengepakan senjata dan amunisi sebelum dikirimkan ke Jayapura melalui jasa pengiriman barang menggunakan kapal laut.

Dari tangan Teguh, aparat berhasil mengamankan 982 butir amunisi serta berbagai peralatan yang digunakan untuk merakit senjata api. Ini menjadi bukti kuat bahwa jaringan perdagangan senjata ilegal beroperasi dengan sistematis dan memiliki rantai distribusi yang luas.

Senjata Disimpan di Sleman

Selain itu, Kapolda Papua juga mengungkap bahwa Eko Sugiono mengaku menyimpan empat pucuk senjata api di rumah seorang rekannya, Adi Pamungkas, yang berdomisili di Sleman, Yogyakarta. Temuan ini memperjelas bahwa jaringan ini memiliki koneksi lintas wilayah, mulai dari Papua hingga Pulau Jawa.

Baca Juga  Polda Jatim Tangkap Tiga Warga Bojonegoro Pemasok Senpi KKB Papua

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat keamanan, mengingat dampaknya terhadap situasi keamanan di Papua dan wilayah lainnya. Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap lebih banyak aktor yang terlibat dalam jaringan ini, termasuk kemungkinan adanya pemasok senjata dari luar negeri.

Keberhasilan pengungkapan bunker senjata ini menjadi bukti nyata komitmen kepolisian dalam menekan peredaran senjata ilegal di Indonesia. Penindakan tegas terhadap para pelaku diharapkan dapat mencegah terjadinya konflik bersenjata yang bisa mengancam stabilitas keamanan nasional.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini dan berita kriminal lainnya, kunjungi JurnalLugas.com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait