China Tolak Rayuan AS Terkait TikTok Bagaimana Masa Depannya?

JurnalLugas.Com – China secara tegas menolak tawaran Amerika Serikat (AS) yang mengusulkan pemangkasan tarif sebagai imbalan atas persetujuan penjualan TikTok. Sikap ini kembali menegaskan ketegangan antara kedua negara terkait regulasi dan kepemilikan platform media sosial tersebut.

Sikap Tegas China terhadap TikTok

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa posisi negaranya terhadap TikTok tetap konsisten. “Kami telah berulang kali menyatakan posisi kami kepada TikTok,” ujarnya pada Kamis (27/3/2025). Selain itu, ia menegaskan bahwa China juga menentang penerapan tarif tambahan oleh AS.

Bacaan Lainnya

Pemerintah AS sebelumnya menyatakan bahwa ada empat kelompok investor lokal yang tertarik mengakuisisi bisnis TikTok di negara tersebut. Jika penjualan tidak terlaksana sebelum tenggat waktu 5 April 2025, aplikasi ini berisiko dilarang beroperasi di Negeri Paman Sam.

Baca Juga  Breaking, Demokrat Resmi Ajukan Pemakzulan Trump, High Crimes Hingga Tuduhan Berat

Investor Tertarik Akuisisi TikTok

ByteDance, sebagai induk perusahaan TikTok, hingga saat ini belum mengambil keputusan terkait penjualan operasi platformnya di AS. Namun, sejumlah perusahaan besar telah menunjukkan minat untuk mengambil alih bisnis TikTok di wilayah tersebut.

Salah satu kandidat yang muncul adalah perusahaan kecerdasan buatan (AI) Perplexity, yang mengklaim bahwa menggabungkan teknologi pencariannya dengan pustaka video TikTok dapat menciptakan pengalaman pencarian terbaik di dunia. Selain Perplexity, raksasa teknologi Microsoft dan Oracle juga disebut-sebut tengah mempertimbangkan akuisisi ini.

TikTok dan Dominasi Media Sosial di AS

TikTok saat ini menjadi salah satu platform media sosial terpopuler di AS, bahkan mampu menyaingi platform lokal seperti Facebook, Instagram, dan YouTube. Dengan jumlah pengguna yang terus meningkat, langkah AS untuk mengatur kepemilikan TikTok dinilai sebagai strategi untuk mengamankan data pengguna serta mengurangi pengaruh perusahaan asing dalam industri digitalnya.

Baca Juga  Gustavo Petro Tantang Sanksi AS, Tegaskan Kolombia Tak Akan Berlutut

Keputusan China untuk menolak tawaran AS semakin memperumit masa depan TikTok di pasar Amerika. Dengan tenggat waktu yang semakin dekat, apakah ByteDance akan menjual operasi TikTok di AS atau justru menghadapi larangan total? Perkembangan selanjutnya tentu akan menjadi sorotan utama dalam dinamika geopolitik dan ekonomi digital global.

Baca berita menarik lainnya di JurnalLugas.com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait