Bambang Brodjonegoro Mundur dari Komut Telkom Fokus Jadi Dekan ADBI

JurnalLugas.Com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi menerima pengunduran diri dari Komisaris Utama (Komut) sekaligus Komisaris Independen mereka, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro. Surat pengunduran diri tersebut diterima oleh manajemen Telkom pada 10 April 2025, sebagaimana disampaikan oleh VP Investor Relations Telkom, Octavius Oky Prakarsa.

Alasan mundurnya mantan Menteri Keuangan RI periode 2014–2016 itu berkaitan dengan penunjukan dirinya sebagai Dekan di Asian Development Bank Institute (ADBI). Posisi strategis tersebut melarang adanya rangkap jabatan dengan entitas bisnis, termasuk di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Bacaan Lainnya

“Sebagai konsekuensi dari kontrak dengan ADBI yang secara tegas melarang rangkap jabatan di entitas bisnis, maka Pak Bambang memilih untuk mengundurkan diri dari posisi Komisaris di Telkom,” ujar Oky pada Jumat, 11 April 2025.

RUPS Akan Digelar Maksimal 90 Hari

Sebagai tindak lanjut atas pengunduran diri tersebut, Telkom akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) paling lambat dalam 90 hari. Agenda RUPS tersebut termasuk membahas permohonan pengunduran diri dan menetapkan pengganti Bambang.

Baca Juga  Sri Mulyani Tunjuk Mantan DJKN Hadiyanto sebagai Komut PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)

Saat ini, posisi komisaris independen di Telkom hanya tersisa dua dari delapan anggota dewan komisaris. Sesuai dengan ketentuan pasar modal, proporsi komisaris independen minimal harus 30 persen dari total anggota. Dengan demikian, Telkom harus segera menunjuk pengganti Bambang demi menjaga kepatuhan terhadap regulasi.

“Pemenuhan kuota Komisaris Independen akan diputuskan dalam RUPS terdekat, dengan tetap mematuhi batas waktu maksimal 90 hari sejak surat pengunduran diri diterima,” tambah Oky.

Siap Tinggalkan Tanah Air demi ADBI

Bambang Brodjonegoro, yang sebelumnya juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (2005–2009), akan mulai menjabat sebagai Dekan ADBI per 14 April 2025. Jabatan ini menuntutnya untuk tinggal di Tokyo, Jepang, tempat kantor pusat ADBI berada.

ADBI dikenal sebagai lembaga pemikir (think tank) terkemuka di Asia yang fokus pada riset dan pelatihan kebijakan publik bagi negara-negara berkembang anggota Asian Development Bank (ADB). Bambang menyebut peran ini sebagai sebuah kehormatan dan kelanjutan dari kolaborasinya yang telah berlangsung lama dengan ADBI.

Baca Juga  Erick Thohir Angkat Burhanuddin Abdullah sebagai Komut PLN Ini Profilnya

“ADBI memiliki reputasi kuat dalam riset berkualitas dan pengembangan kapasitas bagi pembuat kebijakan di negara berkembang. Saya merasa terhormat bisa menjadi bagian dari lembaga ini,” ujar Bambang.

Mundur dari Sejumlah Emiten Besar

Selain dari Telkom, Bambang juga melepaskan berbagai posisi strategis di perusahaan publik lain, antara lain:

  • Komisaris Independen PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
  • Komisaris Independen PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)
  • Komisaris Utama PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)
  • Komisaris Independen PT Astra International Tbk (ASII)

Langkah ini menegaskan komitmen Bambang untuk sepenuhnya fokus pada amanah barunya di ADBI.

Baca berita selengkapnya dan informasi ekonomi lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait