JurnalLugas.Com – Sejumlah pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari tingkat pusat hingga daerah menyatakan sikap tegas menjelang pelaksanaan Muktamar X partai tersebut. Mereka mengajak seluruh kader untuk menjaga soliditas, menjunjung hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Desember 2024, serta menolak segala bentuk provokasi dan adu domba yang dinilai dapat memecah belah partai.*
Pernyataan sikap itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu (14/5/2025). Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Ketua DPP PPP Tengku Amri, Sekretaris Forum Komunikasi Para Ketua Wilayah PPP Se-Indonesia sekaligus Ketua DPW PPP NTT Djainudin Lonek, Ketua DPW PPP DKI Jakarta Saiful Rahmat Dasuki, dan Ketua DPW PPP Sumatera Utara Jafaruddin Harahap.
Dalam pernyataan resminya, mereka membacakan enam poin penting yang menegaskan komitmen menjaga marwah organisasi serta menolak manuver politik yang dinilai merusak tatanan internal PPP. Pernyataan tersebut juga merespons isu dukungan kepada calon ketua umum dari luar kader PPP, yang belakangan santer dibicarakan menjelang Muktamar X pada Agustus atau September mendatang.
Enam Poin Pernyataan Sikap Pengurus PPP:
- Penegasan atas Informasi Tidak Benar: Menyatakan bahwa klaim adanya dukungan 20 DPW terhadap calon ketua umum dari luar partai adalah tidak benar dan merupakan penyesatan informasi yang dilakukan oleh oknum demi kepentingan pribadi.
- Dukungan terhadap Hasil Mukernas: Mengukuhkan dukungan terhadap keputusan Mukernas PPP 13–15 Desember 2024 di Mercure Ancol, Jakarta, yang menegaskan tidak adanya perubahan AD/ART partai terkait syarat calon ketua umum.
- Penolakan terhadap Provokasi: Menolak tindakan yang dinilai sebagai upaya provokasi dan adu domba oleh segelintir tokoh, termasuk Arwani Thomafi, yang disebut-sebut tengah melakukan langkah-langkah inkonstitusional untuk mengambil alih partai.
- Keterbukaan dalam Koridor Konstitusi: Menegaskan bahwa PPP terbuka terhadap energi baru dari berbagai elemen bangsa selama tetap mengikuti mekanisme internal dan konstitusi partai.
- Seruan untuk Mengakhiri Petualangan Politik: Meminta secara tegas kepada oknum yang dianggap menyimpang untuk menghentikan manuver politik yang merusak menjelang Muktamar X.
- Ajakan untuk Menjaga Semangat Perjuangan: Mengajak seluruh pengurus dan kader di seluruh Indonesia untuk menjaga semangat perjuangan partai dalam suasana damai dan penuh silaturahmi.
Terkait dengan penyebutan nama Arwani Thomafi dalam pernyataan sikap tersebut, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan meskipun telah dihubungi.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Muktamar X, dinamika internal PPP tampaknya akan terus menjadi sorotan. Namun, ajakan untuk tetap solid dan mengikuti hasil Mukernas menjadi sinyal kuat bahwa sebagian besar pengurus menginginkan proses yang konstitusional dan bermartabat dalam menentukan arah masa depan partai.
Untuk informasi lebih lanjut dan berita politik terkini, kunjungi JurnalLugas.Com.






