Randy Fine Minta Gaza Dibom Nuklir Hamas Mentalitas Fasis Rasis

JurnalLugas.Com — Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengecam keras pernyataan kontroversial yang dilontarkan anggota Kongres Amerika Serikat, Randy Fine, yang menyerukan penggunaan bom nuklir terhadap Jalur Gaza. Hamas menilai pernyataan itu sebagai bentuk hasutan terang-terangan untuk melakukan genosida terhadap rakyat Palestina.

Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis Jumat lalu, Hamas menggambarkan seruan ekstremis dari politikus Partai Republik itu sebagai “kejahatan besar” yang mencerminkan “mentalitas fasis dan rasis” yang merasuki sebagian kalangan politisi AS.

Bacaan Lainnya

“Ucapan itu bukan hanya melanggar nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga bertentangan dengan hukum humaniter internasional serta Konvensi Jenewa,” tegas pernyataan Hamas.

Baca Juga  Amerika Kirim F-35A ke Eropa, Isyarat Serius Perang Hadapi Iran

Hamas memperingatkan bahwa seruan tersebut dapat memicu tindakan kejam terhadap lebih dari dua juta warga sipil yang tinggal di Jalur Gaza. Penggunaan senjata pemusnah massal, menurut mereka, adalah ancaman nyata terhadap kemanusiaan dan stabilitas kawasan.

Mereka juga menyatakan bahwa retorika semacam ini tidak akan menggoyahkan semangat perjuangan rakyat Palestina. Sebaliknya, Hamas menilai bahwa pernyataan mengerikan tersebut kembali menunjukkan “wajah asli” Israel dan para pendukungnya di tingkat internasional.

Dalam wawancara dengan media pada Kamis, Randy Fine secara blak-blakan menyatakan bahwa Gaza harus “dibombardir dengan nuklir”, bahkan ia membandingkannya dengan tragedi Hiroshima dan Nagasaki—dua kota di Jepang yang dibom atom oleh AS pada akhir Perang Dunia II, menewaskan lebih dari 200.000 jiwa dalam hitungan bulan.

Baca Juga  Gavin Newsom Sindir Kebijakan Iklim Trump di COP30, “Amerika Tak Bisa Terus Bodoh Soal Lingkungan”

Seruan ini menuai kecaman luas dari komunitas internasional dan organisasi kemanusiaan yang menilai pernyataan Fine tidak hanya tidak etis, tetapi juga berbahaya dalam konteks geopolitik dan krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di Palestina.

Untuk berita terkini dan analisis mendalam seputar isu-isu global, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait