JurnalLugas.Com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan awal pekan ini, Senin (23/6/2025), dengan pelemahan signifikan. IHSG dibuka turun 114,26 poin atau setara 1,65 persen ke level 6.792,88.
Pelemahan ini turut menyeret indeks LQ45, yang berisi 45 saham unggulan dengan likuiditas tinggi. Indeks LQ45 terpantau turun sebesar 15,68 poin atau 2,05 persen ke posisi 749,25.
Menurut pengamat pasar modal Arief Wicaksono, tekanan terhadap IHSG dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik. “Sentimen negatif dari bursa saham regional, terutama akibat ketidakpastian suku bunga The Fed serta potensi gejolak geopolitik, menjadi faktor dominan,” ujarnya.
Di sisi lain, pelaku pasar juga cenderung wait and see menjelang rilis data ekonomi domestik seperti inflasi dan neraca perdagangan yang diproyeksikan akan memengaruhi arah pasar dalam beberapa hari ke depan.
Saham-saham berkapitalisasi besar terpantau bergerak di zona merah, dengan sektor perbankan dan energi menjadi penyumbang penurunan terbesar. Investor asing pun tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell), memperkuat tekanan terhadap pasar.
Dengan kondisi tersebut, analis menyarankan investor untuk tetap mencermati sentimen global dan selektif dalam memilih saham, terutama yang memiliki fundamental kuat serta prospek jangka panjang yang stabil.
Berita terkini lainnya dapat diakses di JurnalLugas.Com.






