JurnalLugas.Com – Pemerintah mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga semester I 2025 mencapai Rp197 triliun, atau setara 0,81 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini melonjak dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp77,3 triliun atau 0,34 persen dari PDB.
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan bahwa pelebaran defisit ini dipicu oleh penurunan penerimaan negara, terutama selama dua bulan awal tahun. “Namun kita berharap di semester II 2025 akan recovery,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Selasa (1/7/2025).
Kementerian Keuangan mencatat realisasi pendapatan negara hingga Juni 2025 sebesar Rp1.210,1 triliun, atau sekitar 40 persen dari target APBN tahun ini. Angka tersebut turun sekitar 9 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp1.320,7 triliun.
Penurunan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain melemahnya harga minyak mentah Indonesia (ICP), pengalihan dividen dari sejumlah BUMN ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), serta terbatasnya penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang mewah.
Sementara itu, belanja negara justru mengalami pertumbuhan 0,6 persen secara tahunan (year-on-year), dengan total realisasi mencapai Rp1.407,1 triliun atau 38,8 persen dari total APBN 2025.
Sri Mulyani menegaskan bahwa belanja negara difokuskan pada program prioritas seperti pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi daerah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemberdayaan desa, serta sektor ketahanan pangan, energi, pertahanan nasional, dan hilirisasi industri.
Meski defisit membengkak, pemerintah masih mencatat surplus keseimbangan primer sebesar Rp52,8 triliun hingga pertengahan tahun. Indikator ini penting karena menunjukkan kemampuan pemerintah membiayai belanja negara di luar pembayaran bunga utang.
Adapun pemerintah memproyeksikan defisit APBN 2025 akan terus melebar hingga mencapai 2,78 persen dari PDB pada akhir tahun, atau sekitar Rp662 triliun.
Informasi selengkapnya bisa dibaca di JurnalLugas.Com.






