PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) Resmi Melantai di BEI Siap Ekspansi Lewat Dana IPO Rp100 Miliar

Double exposure of man signing contract with phone and ipo hologram. Concept of initial primary offering, investment.

JurnalLugas.Com – PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 8 Juli 2025. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan berhasil meraup dana segar senilai Rp100 miliar dari penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Dana hasil IPO tersebut akan difokuskan pada dua strategi utama. Pertama, sebesar Rp46,6 miliar dialokasikan untuk pembelian mesin-mesin baru yang akan memperkuat segmen produksi untuk sektor makanan, minuman, kosmetik, farmasi, hingga kimia. Sementara itu, sisa dana akan dimanfaatkan untuk kebutuhan modal kerja, termasuk pengadaan bahan baku seperti PET dan PP, serta untuk menunjang biaya operasional dalam rangka ekspansi kapasitas.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  IHSG Ditutup Perkasa Didukung Tren Positif Bursa Global

“Kami berkomitmen untuk menambah penyerapan tenaga kerja, khususnya di wilayah Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas produksi,” ujar Arif, Direktur ASPR, kepada media, Selasa (8/7/2025).

Saat ini ASPR memiliki dua fasilitas produksi utama yang berlokasi di Surabaya dan Pasuruan. Di pabrik Surabaya, ASPR mengoperasikan 23 unit mesin injection, lengkap dengan 4 unit robot IML (in mold labeling), alat pemasang induction otomatis, alat pelipat tutup otomatis, serta 24 unit mesin blow dengan alat uji kebocoran otomatis dan pemasang stiker otomatis.

Adapun fasilitas di Pasuruan dilengkapi dengan 3 unit mesin injection dan 3 unit mesin blow yang juga memiliki fitur uji kebocoran dan pemasang stiker otomatis. Modernisasi mesin ini menjadi salah satu kunci ASPR dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.

Menyongsong tahun 2025, ASPR membidik pertumbuhan pendapatan antara 30 hingga 40 persen. Sedangkan untuk laba bersih, perusahaan menargetkan lonjakan hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk mencapai target tersebut, selain ekspansi kapasitas produksi dan peningkatan penjualan, kami juga melakukan efisiensi pada biaya produksi, bahan baku, serta optimalisasi dari sisi supplier,” jelas Arif lebih lanjut.

Dengan strategi yang menyeluruh dari hulu ke hilir, ASPR optimistis langkahnya di pasar modal dapat memperkuat posisi perusahaan di sektor manufaktur nasional, khususnya dalam industri kemasan dan plastik modern.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait