JurnalLugas.Com — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengumumkan rencana mengganti Perdana Menteri Denys Shmyhal sebagai bagian dari perombakan besar dalam kabinetnya. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat produksi senjata dalam negeri sekaligus mempertahankan dukungan militer dari Amerika Serikat di tengah agresi Rusia yang masih berlangsung.
Yulia Svyrydenko, saat ini menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, diajukan sebagai calon pengganti Shmyhal. Ia dikenal aktif menjalin kerja sama sektor mineral strategis dengan pemerintahan AS era Donald Trump. Dalam unggahan di platform X pada Senin (14/7), Zelenskiy menyampaikan bahwa dirinya telah bertemu Svyrydenko untuk membahas langkah percepatan pemulihan ekonomi dan peningkatan produksi pertahanan nasional.
“Ukraina harus meningkatkan proporsi senjata yang diproduksi di dalam negeri serta mampu bersaing dalam arena teknologi global,” ujar Zelenskiy dalam pernyataan video hariannya.
Shmyhal Diproyeksikan Pimpin Kementerian Pertahanan
Denys Shmyhal, yang telah menjabat sejak 2020 dan menjadi perdana menteri terlama dalam sejarah Ukraina modern, diajukan untuk mengisi posisi Menteri Pertahanan. Menurut Zelenskiy, pengalaman panjang Shmyhal akan lebih optimal jika diarahkan untuk mendukung pertahanan negara, yang kini menjadi prioritas nasional.
Sebelumnya, Zelenskiy telah mengindikasikan akan ada perubahan besar dalam jajaran kabinet saat bertemu para sekutu di Roma. Pertemuan itu sekaligus membuka peluang pengiriman sistem pertahanan udara tambahan dari AS, termasuk sistem Patriot, guna memperkuat pertahanan Kyiv dari serangan udara Rusia.
Perjalanan Karier Svyrydenko
Yulia Svyrydenko, 39 tahun, memulai karier birokratnya dari pemerintahan daerah di Chernihiv, lalu melangkah ke tingkat nasional. Ia pernah menjabat sebagai wakil menteri di bidang pengembangan ekonomi, perdagangan, dan pertanian sebelum menjadi wakil kepala staf kepresidenan. Sejak November 2021, ia dipercaya sebagai pejabat ekonomi tertinggi di Ukraina.
Svyrydenko disebut-sebut sebagai sosok yang cepat dan efisien dalam menjalankan tugas. Ia juga memiliki latar belakang akademik di bidang regulasi antimonopoli dan dikenal sebagai pianis klasik. Jika disetujui parlemen, ia akan menjadi perempuan kedua yang menjabat perdana menteri Ukraina, setelah Yulia Tymoshenko pada era pasca-Revolusi Oranye 2004.
Zelenskiy Perkuat Lingkaran Dalam
Perombakan kabinet ini dinilai banyak pihak sebagai langkah Zelenskiy untuk memperkuat pengaruhnya dalam pemerintahan, terutama di masa perang. Yuriy Yakymenko, Presiden Razumkov Centre, mengatakan bahwa perubahan ini tidak akan mengubah arah kebijakan secara drastis, tetapi lebih kepada konsolidasi politik.
“Presiden tetap memegang kendali utama terhadap kebijakan pemerintahan, dan susunan baru kabinet ini akan memperkuat hal tersebut,” kata Yakymenko dalam wawancara via telepon.
Dalam rangkaian perombakan yang lebih luas, Zelenskiy juga mempertimbangkan nama-nama baru untuk menduduki pos diplomatik strategis. Menteri Pertahanan Rustem Umerov dan Wakil PM Olha Stefanishyna disebut sebagai kandidat potensial untuk menggantikan Duta Besar Ukraina untuk AS, Oksana Markarova.
Langkah Zelenskiy ini menegaskan strategi pemerintahan masa perang yang lebih terpusat, efisien, dan terfokus pada penguatan sektor pertahanan serta diplomasi militer.
Baca berita selengkapnya di JurnalLugas.Com.






