Harga Pangan Hari Ini Cabai Naik Tajam Beras dan Minyak Goreng Turun Drastis

JurnalLugas.Com — Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali merilis data terbaru harga pangan nasional yang menunjukkan tren fluktuatif pada sejumlah komoditas utama di pasar eceran. Beberapa harga bahan pokok mengalami penurunan signifikan, sementara lainnya justru melonjak, seperti cabai rawit merah yang kini menyentuh Rp65.000 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp58.742 per kg.

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas yang diakses pada Selasa, 29 Juli 2025 pukul 06.45 WIB, harga cabai rawit merah menjadi sorotan karena mengalami kenaikan cukup tajam dalam sehari. Di sisi lain, harga bawang merah justru turun tipis menjadi Rp50.000 per kg dari sebelumnya Rp50.663 per kg.

Bacaan Lainnya

Tren Penurunan Harga Beras dan Minyak Goreng

Untuk kelompok bahan pangan utama seperti beras, terjadi penurunan harga yang terbilang menggembirakan bagi konsumen. Beras premium kini dihargai Rp15.417 per kg, turun dari Rp16.147 per kg. Sementara itu, beras medium turun ke angka Rp13.750 per kg dari sebelumnya Rp14.409 per kg.

Tren penurunan juga tampak pada harga minyak goreng di semua jenis. Minyak goreng kemasan kini dipasarkan dengan harga Rp18.600 per liter, turun dari sebelumnya Rp20.862 per liter. Minyak goreng curah juga mengalami koreksi menjadi Rp17.520 per liter dari Rp17.551 per liter. Sedangkan Minyakita, yang merupakan produk subsidi pemerintah, kini berada di angka Rp16.600 per liter, menurun dari Rp17.544 per liter.

Seorang analis komoditas yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa penurunan harga minyak ini bisa jadi dipengaruhi oleh turunnya harga crude palm oil (CPO) global dalam beberapa pekan terakhir. “Tren penurunan ini perlu dimonitor agar tidak mengganggu stabilitas margin pedagang kecil,” ujarnya.

Baca Juga  Klaim Mentan Harga Beras Sudah Turun Amran Stok Aman Tanpa Impor

Harga Protein Hewani Menurun, Ikan Bandeng Naik

Dalam kategori protein hewani, harga juga menunjukkan penurunan signifikan. Daging sapi murni kini dijual seharga Rp128.333 per kg, turun dari Rp135.178 per kg. Daging ayam ras turun menjadi Rp33.000 per kg dari Rp35.560 per kg, dan telur ayam ras turun ke Rp27.500 per kg dari sebelumnya Rp29.689 per kg.

Namun, tidak semua komoditas ikan ikut mengalami penurunan. Ikan bandeng justru mengalami sedikit kenaikan dari Rp34.561 per kg menjadi Rp35.000 per kg. Sementara ikan kembung dan tongkol mengalami koreksi harga cukup besar. Ikan kembung kini dipasarkan Rp35.000 per kg dari sebelumnya Rp41.008 per kg, dan ikan tongkol turun ke Rp32.500 per kg dari Rp34.009 per kg.

Penurunan Harga Bawang Putih dan Cabai Merah

Bawang putih bonggol turut mengalami penurunan signifikan menjadi Rp34.000 per kg, dari harga sebelumnya Rp39.184 per kg. Komoditas cabai merah juga menunjukkan penurunan cukup dalam. Cabai merah keriting turun ke Rp31.000 per kg dari Rp44.393 per kg, sementara cabai merah besar kini dijual Rp32.000 per kg, dari sebelumnya Rp44.531 per kg.

Menurut salah satu pedagang di Pasar Minggu, tren turunnya harga cabai merah kemungkinan dipicu oleh melimpahnya pasokan dari sentra produksi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Panen lagi bagus, jadi stok banyak dan harga turun,” ungkapnya singkat.

Harga Pangan Lainnya: Jagung, Kedelai, dan Tepung Turun Tipis

Untuk sektor bahan baku industri dan pakan ternak, harga jagung di tingkat peternak turun menjadi Rp5.900 per kg dari sebelumnya Rp6.246 per kg. Sementara kedelai biji kering impor mengalami koreksi harga menjadi Rp9.750 per kg dari sebelumnya Rp10.862 per kg.

Baca Juga  Harga Komoditas Pangan Tren Penurunan Ini Dominasinya

Harga tepung terigu baik curah maupun kemasan juga ikut mengalami penurunan meski tipis. Tepung curah dijual Rp9.750 per kg, turun dari Rp9.771 per kg. Adapun tepung terigu kemasan kini berada di angka Rp12.750 per kg dari sebelumnya Rp12.969 per kg.

Garam Turun, Konsumen Diminta Waspadai Fluktuasi

Komoditas lain seperti garam konsumsi juga mengalami penurunan tajam menjadi Rp10.000 per kg dari Rp11.723 per kg. Penurunan ini disambut baik oleh konsumen, meski sebagian pelaku usaha meminta pemerintah untuk menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen.

Seorang perwakilan asosiasi petani garam mengingatkan agar pemerintah tetap memperhatikan biaya produksi di sektor garam rakyat. “Kalau harga terlalu jatuh, petani tidak sanggup bertahan,” jelasnya.

Pengamat ekonomi pangan dari sebuah lembaga riset independen menilai, fluktuasi harga pangan yang terjadi saat ini merupakan dampak dari kombinasi faktor musiman, logistik, serta dinamika global. “Pemerintah perlu respons cepat terutama dalam pengelolaan distribusi dan menjaga ketersediaan agar stabilitas harga tetap terjaga,” ujar dia.

Dalam menghadapi dinamika ini, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam mengatur belanja dan mengoptimalkan belanja bahan pokok saat harga menurun. Pemerintah melalui Bapanas diharapkan terus memberikan transparansi harga dan intervensi pasar bila diperlukan.

Untuk update terbaru dan berita lain seputar isu pangan nasional, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait