Harga Minyak Dunia Menguat Usai OPEC+ Sepakati Produksi Tambahan Terbatas

JurnalLugas.Com – Harga minyak mentah dunia kembali bergerak naik setelah organisasi negara pengekspor minyak dan sekutunya (OPEC+) memutuskan menambah produksi secara terbatas mulai Oktober mendatang. Keputusan ini dipandang sebagai langkah hati-hati untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan global.

Pada penutupan perdagangan Senin, minyak Brent tercatat menguat ke kisaran US\$66,02 per barel, sementara WTI (West Texas Intermediate) naik ke level US\$62,26 per barel.

Bacaan Lainnya

Sentimen Pasar: “Beli Fakta, Jual Rumor”

Kepala strategi komoditas dari sebuah lembaga riset internasional, O.H., menjelaskan bahwa pelaku pasar sempat bereaksi berlebihan terhadap isu kenaikan produksi. Namun setelah keputusan diumumkan, muncul fenomena “jual saat rumor, beli saat fakta” yang akhirnya menopang harga.

OPEC+ hanya menyetujui penambahan pasokan sekitar 137 ribu barel per hari mulai Oktober. Jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan kenaikan sebelumnya yang mencapai ratusan ribu barel per hari.

Baca Juga  Harga Minyak Dunia Anjlok Mendadak! Sinyal Damai Timur Tengah Picu Gejolak Pasar Energi Global

Arab Saudi Ubah Strategi Harga

Arab Saudi, sebagai produsen terbesar di OPEC, juga menurunkan harga jual resmi minyak jenis Arab Light untuk pasar Asia. Langkah ini dipandang sebagai upaya mempertahankan pangsa pasar, meski berpotensi menekan margin keuntungan dalam jangka pendek.

Tekanan Geopolitik: Ancaman Sanksi Rusia

Selain keputusan OPEC+, faktor geopolitik turut mempengaruhi pasar. Amerika Serikat berencana menjatuhkan sanksi tahap kedua kepada Rusia. Kebijakan ini berpotensi mengganggu aliran pasokan global dan menimbulkan kecemasan baru di pasar energi.

Analis energi dari Jepang, T.T., menilai ekspektasi sanksi tambahan terhadap Rusia membuat harga minyak tetap mendapat dukungan. Sementara itu, seorang kepala riset dari perusahaan perdagangan energi global, F.L., menyebut sanksi tersebut dapat menghambat arus perdagangan minyak mentah dunia.

Proyeksi: Surplus Pasokan 2026

Meski harga saat ini terdorong naik, beberapa lembaga keuangan memproyeksikan surplus pasokan akan kembali terjadi pada 2026. Peningkatan produksi dari Amerika diperkirakan mampu menutupi penurunan pasokan Rusia. Namun, untuk tahun ini harga minyak diprediksi tetap stabil di kisaran US\$52–56 per barel.

Baca Juga  Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Keputusan OPEC+, BBM Indonesia Ikut Terkerek Naik

Keputusan OPEC+ menambah produksi secara terbatas, strategi harga baru Arab Saudi, serta ancaman sanksi terhadap Rusia menjadi tiga faktor utama yang menopang penguatan harga minyak dunia. Meski demikian, proyeksi jangka menengah menunjukkan potensi surplus yang bisa menekan harga di masa depan.

Baca berita ekonomi dan energi lainnya hanya di: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait