18 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Malaysia Digagalkan di Dermaga Hantu Tanjungbalai

JurnalLugas.Com – Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan kembali menorehkan prestasi dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika. Sebanyak 18 kilogram sabu-sabu, 7.000 butir ekstasi, serta 3.000 butir happy five (H5) berhasil diamankan dari sebuah kapal nelayan yang diduga diselundupkan dari Malaysia, Sabtu (20/9/2025).

Penangkapan dilakukan di wilayah Dermaga Hantu, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, yang selama ini dikenal rawan menjadi jalur gelap masuknya narkoba jaringan internasional. Tiga orang tersangka berinisial A, AM, dan R tak berkutik saat petugas melakukan penyergapan di tengah perairan.

Bacaan Lainnya

“Begitu kapal merapat, tim langsung melakukan pemeriksaan dan menemukan 18 paket sabu, dua paket plastik besar berisi ribuan pil ekstasi, serta puluhan bungkus pil H5,” ujar seorang petugas kepolisian saat penangkapan, Sabtu 20 September 2025.

Jalur Laut Masih Jadi Ancaman

Modus penyelundupan melalui jalur laut ini bukan pertama kali terjadi. Kawasan pesisir Asahan dan Tanjungbalai kerap dijadikan pintu masuk narkoba karena berbatasan langsung dengan perairan Malaysia.

Seorang pengamat hukum pidana dari Medan menyebut, lemahnya pengawasan di jalur laut kerap dimanfaatkan sindikat.

“Mereka tahu jalur tikus lebih sulit diawasi. Kerja sama intelijen dan teknologi deteksi laut mutlak diperlukan,” katanya, Senin 22 September 2025.

Tersangka dan Barang Bukti Diamankan

Ketiga tersangka saat ini sudah diamankan di Mapolres Asahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menduga barang haram tersebut merupakan bagian dari jaringan besar narkoba internasional yang terhubung langsung ke Malaysia.

Kepolisian menegaskan akan memperluas penyelidikan guna mengungkap jaringan yang lebih luas. Barang bukti bernilai miliaran rupiah itu kini disita sebagai alat bukti dalam proses hukum.

“Ini bukti keseriusan kami menutup ruang gerak sindikat narkoba. Kami juga mengajak masyarakat melapor bila melihat aktivitas mencurigakan,” tambah seorang petugas.

Komitmen Pemberantasan Narkoba

Penangkapan ini menjadi peringatan bahwa jalur laut masih rawan disusupi narkoba. Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diharapkan terus memperkuat patroli, serta menggandeng nelayan untuk ikut berperan sebagai mata dan telinga di lapangan.

Upaya masif ini diharapkan bisa memutus rantai pasokan narkoba yang merusak generasi muda.

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  BNN Bali Gagalkan Penyelundupan 3 Kg Kokain WN Brasil Target Pasar Wisatawan

Pos terkait