ISSES Desak Panglima TNI Terapkan Promosi Berbasis Prestasi, Bukan Senioritas

JurnalLugas.Com — Pengamat pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES), Khairul, menilai bahwa proses kenaikan jabatan di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) perlu dilakukan secara terbuka dan objektif, agar tidak lagi bergantung pada faktor senioritas semata.

Menurutnya, langkah tersebut penting dijalankan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya promosi berbasis kinerja dan prestasi nyata.

Bacaan Lainnya

Khairul menjelaskan, sistem penilaian yang transparan akan mengurangi potensi ketegangan di internal TNI karena keputusan diambil berdasarkan indikator yang terukur, bukan kedekatan personal atau urutan angkatan.

Ia menegaskan, promosi sebaiknya dilakukan dengan acuan yang jelas seperti riwayat pendidikan, pengalaman penugasan di dalam dan luar negeri, serta integritas pribadi. Dengan begitu, potensi perbedaan persepsi atau konflik di dalam organisasi bisa ditekan secara signifikan.

Sistem Transparan Dorong Regenerasi dan Profesionalisme

Khairul menilai, sistem berbasis prestasi akan memberi kesempatan yang lebih adil bagi perwira yang berkompeten, sekaligus mempercepat regenerasi kepemimpinan di tiga matra TNI.

Ia menyebut bahwa pendekatan seperti ini bukan berarti menghapus tradisi senioritas, melainkan menempatkannya secara proporsional. Senioritas tetap penting untuk menjaga disiplin dan struktur komando, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan dalam promosi jabatan.

Lebih lanjut, Khairul menyebut bahwa regenerasi yang sehat hanya dapat terwujud jika proses seleksi dilakukan secara profesional dan akuntabel.

“Dengan mekanisme yang terbuka, proses promosi bisa berjalan lebih adil dan jauh dari kesan pilih kasih. Ini akan meningkatkan kepercayaan di internal TNI sekaligus memperkuat semangat profesionalisme,” ujarnya menegaskan.

Arahan Tegas Presiden Prabowo

Sebelumnya, dalam amanatnya saat upacara HUT Ke-80 TNI di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa para prajurit berhak dipimpin oleh sosok-sosok terbaik yang memiliki dedikasi tinggi terhadap bangsa dan negara.

Presiden memberi kewenangan kepada Panglima TNI dan para kepala staf matra untuk tidak lagi menjadikan senioritas sebagai patokan utama dalam menentukan jabatan.

Menurut Prabowo, faktor utama yang harus menjadi dasar promosi adalah rekam prestasi, loyalitas, dan kecintaan terhadap Tanah Air. Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan di lingkungan TNI harus menjadi teladan, bukan sekadar jabatan simbolik.

Presiden menambahkan, evaluasi terhadap kinerja para pemimpin di lingkungan TNI akan terus dilakukan secara berkala agar organisasi militer tetap adaptif dan profesional menghadapi tantangan zaman.

“Setiap prajurit berhak dipimpin oleh figur yang kompeten dan berintegritas,” tegasnya di hadapan ribuan anggota TNI.

Selengkapnya baca berita nasional dan pertahanan di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  PDIP Dapat Jatah 2 Menteri Puan Maharani Pak Prabowo Suka Nasi Goreng Ibu Mega Memasak

Pos terkait