JurnalLugas.Com — PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sedang menyiapkan langkah strategis besar dengan rencana mengambil alih kepemilikan mayoritas di PT Personil Alih Daya Tbk (PADA). Aksi korporasi ini diprediksi akan membawa perubahan besar dalam arah bisnis perusahaan jasa alih daya tersebut.
Dalam dokumen resmi keterbukaan informasi, INET menyampaikan niatnya untuk membeli sekitar 1,69 miliar lembar saham, setara 53,57 persen porsi kepemilikan PADA yang saat ini berada di tangan Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat). Hingga 30 September 2025, Kopindosat tercatat masih memegang 59,86 persen saham PADA.
Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menjelaskan bahwa langkah akuisisi ini berpotensi mengubah struktur pengendalian di tubuh PADA.
Arif menyebut, rencana pembelian saham tersebut merupakan tindak lanjut dari strategi ekspansi bisnis jangka panjang perusahaan. “Kami sedang melakukan penjajakan dan pembahasan intensif dengan pihak penjual. Seluruh proses masih dalam tahap kesepakatan awal dan akan berlanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak 23 Oktober 2025, kedua pihak telah menandatangani perjanjian awal pembelian saham bersyarat, yang akan menjadi dasar hukum transaksi akuisisi setelah seluruh syarat terpenuhi.
“Kami ingin memastikan seluruh aspek dalam perjanjian berjalan transparan, sehingga keputusan akhir benar-benar mencerminkan nilai terbaik bagi semua pihak,” ungkapnya lebih lanjut.
Belum Ada Hubungan Kepemilikan Sebelumnya
INET memastikan bahwa sebelum adanya rencana akuisisi ini, perusahaan tidak memiliki saham PADA baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian, akuisisi ini menjadi langkah pertama INET memasuki sektor jasa tenaga kerja, yang dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan besar seiring meningkatnya kebutuhan layanan outsourcing di Indonesia.
Langkah ekspansi ini juga dianggap sebagai upaya memperkuat diversifikasi bisnis di tengah perubahan struktur ekonomi digital dan kebutuhan sumber daya manusia yang semakin fleksibel.
Pergerakan Saham di Bursa
Pasar modal merespons cepat kabar akuisisi tersebut. Saham PADA yang berada di papan pemantauan khusus mengalami kenaikan 9,26 persen menjadi Rp118 per saham. Sebaliknya, harga saham INET justru mengalami koreksi 2,8 persen ke level Rp280.
Analis menilai, meski terjadi tekanan jangka pendek pada saham INET, investor tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang perusahaan setelah akuisisi rampung. Integrasi bisnis dinilai bisa memperluas jaringan usaha dan meningkatkan efisiensi operasional grup.
Untuk berita bisnis dan investasi terkini lainnya, kunjungi: JurnalLugas.Com






