Densus 88 Bongkar Fakta Baru, Empat Bom Meledak di SMAN 72 Jakarta, Tiga Lainnya Diamankan

JurnalLugas.Com – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap temuan penting dalam penyelidikan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang mengguncang publik pada Jumat, 7 November 2025.

Dalam keterangan resmi, Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menyebut bahwa pelaku remaja berinisial MF (17) membawa tujuh bahan peledak saat kejadian berlangsung.

Bacaan Lainnya

“Benar, total ada tujuh peledak,” ujar AKBP Mayndra kepada wartawan, Minggu, 9 November 2025.

Mayndra menjelaskan, dari tujuh bahan peledak tersebut, empat di antaranya meledak di dua titik berbeda di area sekolah, sementara tiga lainnya tidak sempat meledak dan berhasil diamankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Meski demikian, ia belum mengungkap detail jenis bahan peledak yang digunakan, termasuk daya ledak yang menyebabkan 96 orang mengalami luka-luka, mulai dari luka bakar hingga cedera akibat serpihan.

Kronologi Ledakan Saat Salat Jumat

Ledakan dahsyat tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 WIB, bertepatan dengan waktu Salat Jumat di masjid sekolah. Berdasarkan kesaksian warga dan guru, letusan pertama terdengar saat khotbah tengah berlangsung, disusul ledakan kedua yang berasal dari arah berbeda di area sekolah.

Peristiwa ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Sejumlah korban segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Pelaku Masih di Bawah Umur, Polisi Pastikan Perlindungan Hukum Anak

Polisi mengonfirmasi bahwa terduga pelaku MF (17) merupakan anak di bawah umur. Ia akan diproses secara hukum dengan mengedepankan prinsip perlindungan anak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa seluruh hak-hak anak tetap dijamin selama proses hukum berlangsung.

“Polri menegaskan bahwa hak-hak anak tetap dijamin. Identitasnya tidak boleh dipublikasikan, dan perlakuan khusus harus dipenuhi,” ujar Kombes Budi.

Hingga kini, penyidik Densus 88 dan Polda Metro Jaya masih terus mendalami motif di balik aksi MF, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan jaringan tertentu.

Polisi Masih Dalami Motif dan Jaringan

Sumber internal kepolisian menyebut, tim gabungan tengah menganalisis temuan residu bahan peledak serta komunikasi digital dari pelaku untuk memastikan ada tidaknya pihak lain yang terlibat.

Pihak berwenang juga telah mensterilkan area sekolah untuk memastikan keamanan dan mencegah kemungkinan adanya bahan berbahaya lain yang belum ditemukan.

Penegasan Polri

Polri berkomitmen menindak tegas setiap tindakan teror dan kekerasan di lingkungan pendidikan. Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami akan transparan dalam penyelidikan ini, namun tetap menjaga aspek perlindungan anak,” tutup Kombes Budi.

Sumber berita resmi dan investigasi lebih lanjut hanya di: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bogor Seorang Bos Tanaman Hias

Pos terkait