Gorong-gorong Simpang Nangka Tak Kunjung Terealisasi, Ini Tanggapan Kades Lubuk Cuik Muhammad Yasin Daulay

JurnalLugas.Com — Janji Pemerintah Desa (Pemdes) Lubuk Cuik, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, untuk membangun jalan belakang Dusun 7 Simpang Nangka yang terputus akibat belum adanya gorong-gorong hingga kini belum terealisasi. Kepala Desa (Kades) Lubuk Cuik, Muhammad Yasin Daulay, akhirnya memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Kades Lubuk Cuik mengungkapkan bahwa saat ini desa masih menghadapi kendala keuangan karena dana desa tahap kedua belum cair.

Bacaan Lainnya

“Sampai sekarang ini dari bulan 10 belum keluar dana kedua,” kata Kades Lubuk Cuik, M. Yasin Daulay, Minggu (9/11/2025).

Ia pun meminta masyarakat untuk memahami situasi yang sedang dihadapi pihak desa.

“Jaluk tulunglah mohon pengertiannya ya,” ujarnya.

Sementara itu, masyarakat Dusun 7 Simpang Nangka menilai Pemdes Lubuk Cuik kurang serius memperhatikan kebutuhan infrastruktur di wilayah mereka. Warga menyoroti bahwa kondisi jalan yang terputus akibat belum adanya gorong-gorong sudah berlangsung lama tanpa solusi.

“Dari dulu pemerintah Desa Lubuk Cuik kurang perhatian dengan Simpang Nangka. Gorong-gorong aja gak bisa terwujud, dari zaman kades Hamidah sampai Yasin belum juga,” ujar Anto, warga Simpang Nangka, Selasa (11/11/2025).

Ia menambahkan bahwa baik mantan kades Hamidah maupun Yasin Daulay sudah pernah melihat langsung kondisi jalan yang terputus tersebut.

“Waktu itu kades Hamidah lihat dan katanya siap dianggarkan, dan berjanji secepatnya. Begitu juga Yasin Daulay, sudah lihat dan berjanji memperbaiki, tapi nyatanya hingga saat ini janji palsu,” jelasnya.

Lebih lanjut, masyarakat mempertanyakan transparansi penggunaan Dana Desa Lubuk Cuik dan meminta agar penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

“Penggunaan dana desa harus jelas apa yang digunakan, jangan ada dugaan penyelewengan ya… Sebab dana desa milyaran,” katanya.

Warga berharap pemerintah desa segera merealisasikan pembangunan gorong-gorong tersebut agar akses jalan di wilayah mereka kembali normal.

“Harapan kami secepatnya terealisasi, jangan cuma omong manis bukti jeblok,” pungkasnya.

Baca berita seputar desa di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Modus Korupsi Dana Desa Bikin Proyek Fiktif Terlihat Nyata Hingga Mark-Up Ugal-ugalan

Pos terkait