JurnalLugas.Com — Keputusan mengejutkan datang dari jajaran Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, resmi mencabut mandat untuk Charles Holland Taylor yang belakangan menggunakan nama Muhammad Cholil dari posisinya sebagai Penasihat Khusus Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf untuk urusan internasional.
Pencopotan tersebut memicu sorotan luas lantaran sosok Holland Taylor selama ini dianggap dekat dan terafiliasi dengan jaringan zionisme internasional. Ia juga disebut menjadi penghubung kedatangan Peter Berkowitz, aktivis garis keras pro-Israel, dalam agenda Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) beberapa waktu lalu.
Keputusan Resmi Dibahas di Rapat Syuriyah
Pemecatan Charles Holland Taylor bukan keputusan tiba-tiba. Dalam dokumen resmi PBNU disebutkan bahwa pencabutan mandat merupakan tindak lanjut hasil Rapat Harian Syuriyah PBNU pada 29 Jumadal Ula 1447 H atau bertepatan 20 November 2025 di Jakarta.
Isi keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran PBNU Nomor 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025, ditandatangani langsung oleh KH Miftachul Akhyar pada 22 November 2025.
“Menindaklanjuti hasil Rapat Harian Syuriyah PBNU dan ketentuan ART NU, kami selaku Rais Aam PBNU menyatakan mencabut tanda tangan dalam Surat Keputusan PBNU Nomor 3137/PB.01/A.II.01.71/99/12/2024 tentang Penetapan Penasihat Khusus Ketua Umum PBNU untuk Urusan Internasional,” demikian bunyi kutipan surat tersebut.
Sorotan Para Kiai: Afiliasi Zionisme dan Peran Internasional
Sosok Holland Taylor sudah lama menjadi perbincangan di lingkup pesantren dan elit NU. Pengamat internal NU menyebut keberadaan Holland Taylor dalam struktur PBNU tidak pernah sejalan dengan garis perjuangan organisasi.
Seorang pengurus senior Syuriyah PBNU yang enggan disebutkan namanya menegaskan bahwa keputusan ini dilakukan guna menjaga marwah organisasi.
“Isu afiliasi internasional yang tidak sejalan dengan arah perjuangan nahdliyin tidak boleh mendapat tempat,” ujarnya singkat.
Seorang kiai muda dari Jawa Timur juga mengungkap pandangan serupa.
“PBNU tidak boleh dimanfaatkan untuk agenda global yang bertentangan dengan sikap umat Islam,” katanya.
Dengan mencuatnya polemik hubungan Holland Taylor dengan tokoh pro-Israel, tekanan dari para kiai dan warga nahdliyin semakin menguat agar PBNU mengambil tindakan tegas.
Surat Edaran Dikirim ke Seluruh Tingkatan NU
Surat edaran pencabutan mandat dikirimkan secara nasional kepada:
- Pengurus Wilayah NU se-Indonesia
- Pengurus Cabang NU se-Indonesia
- Pengurus Cabang Istimewa NU luar negeri
Melalui edaran itu, Rais Aam menegaskan bahwa keputusan pencabutan tanda tangan bersifat final dan dijadikan pedoman resmi seluruh kepengurusan NU.
Dinamika Internal PBNU Diperkirakan Berlanjut
Pengamat organisasi keagamaan menilai keputusan ini tidak semata menyasar individu, tetapi menjadi sinyal penegasan bahwa PBNU menutup ruang bagi infiltrasi ideologi asing.
Seorang analis sosial Islam menilai keputusan ini berpotensi meredakan ketegangan internal.
“Ini langkah konsolidasi. PBNU ingin memastikan arah organisasinya tetap sesuai garis perjuangan Ahlussunnah wal Jamaah,” tuturnya.
Meski keputusan tegas sudah diumumkan, dinamika internal PBNU diperkirakan belum usai. Sejumlah pihak menilai perlu evaluasi lanjutan untuk mencegah peristiwa serupa terulang di masa mendatang.
Keputusan tegas Rais Aam PBNU menunjukkan perhatian serius terhadap legitimasi organisasi dan kemurnian perjuangan umat. Pencopotan Charles Holland Taylor sekaligus menjadi sinyal bahwa PBNU tidak memberi toleransi pada agenda yang bertentangan dengan prinsip Aswaja dan garis kebijakan Nahdlatul Ulama.
Untuk informasi perkembangan lebih lanjut mengenai isu ini dan berita nasional lainnya, pembaca dapat mengikuti update melalui JurnalLugas.Com






