JurnalLugas.Com — Aktivitas gempa susulan masih terjadi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sedikitnya 31 gempa susulan tercatat hingga Sabtu pukul 15.00 WIB.
Dari puluhan gempa susulan tersebut, empat di antaranya memiliki kekuatan yang cukup besar dan terjadi dalam rentang waktu pagi hari.
Suharyanto menyebut salah satu gempa susulan mencapai magnitudo 6,2 pada pukul 05.13 WIB. Gempa tersebut berada di kedalaman sekitar 10 kilometer dan episenternya masih berada di wilayah laut.
Tidak lama berselang, gempa susulan kembali terjadi dengan magnitudo 5,5. Peristiwa itu tercatat pada pukul 05.13 WIB lewat 53 detik, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer di bawah laut.
Guncangan berikutnya memiliki kekuatan magnitudo 6,2 dan terjadi pada pukul 05.28 WIB. Gempa tersebut juga berada pada kedalaman sekitar 10 kilometer di bawah laut.
Sementara satu gempa susulan lainnya berkekuatan magnitudo 5,6 dan tercatat terjadi pada pukul 05.37 WIB.
“Gempa susulan yang cukup besar terjadi pada pagi hari,” kata Suharyanto. Setelah sekitar pukul 07.00 WIB, aktivitas gempa dengan magnitudo besar dilaporkan tidak lagi terjadi hingga pembaruan informasi pada siang hari.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena gempa utama yang mengguncang Nagekeo memiliki kekuatan besar dan sempat memicu peringatan dini tsunami.
Gempa M 7,7 tersebut terjadi pada Sabtu sekitar pukul 04.58 WIB. Tak lama setelah gempa, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami sebagai langkah kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya gelombang tsunami.
Peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir sekitar pukul 07.30 WIB setelah pemantauan terhadap kondisi laut dan perkembangan gempa dilakukan.
Di tengah aktivitas gempa susulan, dampak gempa utama juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Berdasarkan data pemutakhiran hingga Sabtu pukul 15.00 WIB, sebanyak 38 orang dilaporkan meninggal dunia.
Selain korban meninggal, dua orang mengalami luka berat dan 11 orang lainnya mengalami luka ringan.
Data tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan dan penanganan di lapangan. Tim gabungan terus melakukan pemantauan sekaligus penanganan terhadap masyarakat yang terdampak gempa.
Masyarakat di wilayah terdampak juga diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga disarankan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun lembaga terkait.
Gempa besar yang mengguncang Nagekeo menjadi salah satu peristiwa yang mendapat perhatian serius karena kekuatannya mencapai M 7,7, diikuti puluhan gempa susulan serta menimbulkan korban jiwa.
Perkembangan kondisi korban, kerusakan bangunan, dan aktivitas gempa susulan masih terus dipantau oleh pihak berwenang.
Baca berita terbaru dan informasi aktual lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
JurnalLugas.Com
(Catur)






