JurnalLugas.Com — Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut) melaporkan satu warga Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dinyatakan hilang akibat banjir yang melanda Kota Padangsidimpuan. Korban diduga terbawa arus deras setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari berturut-turut.
Pusdalops mencatat sedikitnya 220 jiwa terdampak yang tersebar di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dan Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Hingga saat ini, tidak ada laporan terkait warga yang mengungsi, mengalami luka-luka, maupun meninggal dunia.
BPBD Sumut: Data Masih Bersifat Sementara
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyebutkan bahwa informasi yang diterima Pusdalops merupakan data sementara yang terus diperbarui. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah dan para pemangku kebijakan telah bergerak cepat menangani situasi di lapangan.
“Upaya penanganan sudah dilakukan, mulai dari koordinasi lintas instansi, asesmen kondisi lapangan, proses evakuasi, hingga pendirian dapur umum,” ujar Sri yang akrab disapa Yuyun, Selasa (26/11/2025) di Medan.
Koordinasi dengan BPBD Kota Padangsidimpuan Diperkuat
BPBD Sumut juga terus melakukan koordinasi dengan BPBD Kota Padangsidimpuan untuk memastikan seluruh kebutuhan mendesak warga dapat ditanggulangi secara cepat, terutama di titik-titik lokasi yang terdampak paling parah.
Sementara itu, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang. Arus sungai yang deras dan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pencarian.
Informasi terbaru mengenai penanganan bencana ini akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.
Kunjungi: JurnalLugas.Com






