JurnalLugas.Com – Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor kembali melanda Provinsi Sumatera Utara pada Selasa, 25 November 2025. BNPB melaporkan ribuan warga terdampak, sementara sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan signifikan.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, bencana ini menimpa tiga wilayah, yaitu Tapanuli Utara, Padang Sidempuan, dan Tapanuli Tengah.
Tapanuli Utara: Dua Kecamatan Terdampak, Infrastruktur Rusak
Di Tapanuli Utara, banjir dan longsor menghantam Kecamatan Simangumban dan Purbatua. Abdul Muhari menjelaskan, sekitar 50 rumah di Desa Simangumban Julu dan Desa Siopat Bahal mengalami kerusakan.
“Dua jembatan yang menghubungkan desa-desa itu tidak bisa digunakan, sehingga akses warga terganggu. BPBD Tapanuli Utara sudah berada di lokasi untuk melakukan penilaian dan koordinasi penanganan,” ujar Abdul.
Padang Sidempuan: Operasi Pencarian Warga Hilang
Kota Padang Sidempuan juga terdampak banjir pada Selasa pagi. Dari hasil kaji cepat, sekitar 220 warga dan 17 rumah terdampak. Abdul menambahkan, seorang warga dikabarkan hanyut terbawa arus sungai.
“Tim gabungan dari BPBD dan relawan sedang melakukan pencarian di lokasi kejadian, yang berada di Kelurahan Hamopan Sibatu, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan,” kata Abdul.
Tapanuli Tengah: Hampir 2.000 KK Mengalami Dampak
Di Tapanuli Tengah, hujan deras memicu banjir dan tanah longsor di sembilan kecamatan, termasuk Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam, dan Pinangsori. Sebanyak 1.902 rumah terdampak langsung, melibatkan 1.902 kepala keluarga.
“Tim BPBD bersama relawan masih menyingkirkan material longsor dan menyalurkan bantuan makanan serta kebutuhan pokok bagi warga yang terdampak,” jelas Abdul.
Kejadian ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan, terutama bencana hidrometeorologi yang dapat memicu banjir dan longsor di wilayah rawan.
Update informasi terkini terkait bencana di Sumatera Utara dapat diakses melalui JurnalLugas.Com.






