JurnalLugas.Com — Jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Utara terus bertambah. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatra Utara melaporkan total 340 orang meninggal dunia hingga Selasa, 9 Desember 2025, pukul 17.00 WIB. Angka ini meningkat setelah dua korban baru dilaporkan dari daerah terdampak.
Data Pusdalops menunjukkan korban meninggal tersebar di 12 dari 18 kabupaten/kota yang mengalami dampak bencana selama beberapa hari terakhir. Berikut rincian distribusi korban jiwa:
- Kabupaten Tapanuli Utara: 36 orang
- Kabupaten Tapanuli Tengah: 110 orang
- Kabupaten Tapanuli Selatan: 85 orang
- Kota Sibolga: 53 orang
- Kabupaten Humbang Hasundutan: 9 orang
- Kota Padangsidimpuan: 1 orang
- Kabupaten Pakpak Bharat: 2 orang
- Kota Medan: 12 orang
- Kabupaten Langkat: 13 orang
- Kabupaten Deliserdang: 17 orang
- Kabupaten Nias: 1 orang
- Kabupaten Nias Selatan: 1 orang
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni P., menyebutkan bahwa data tersebut merupakan laporan sementara yang terus diperbarui berdasarkan perkembangan di lapangan.
“Informasi mengenai penanganan dan perkembangan situasi akan terus kami sampaikan. Data korban dan kondisi terbaru dari tiap wilayah juga masih dalam proses pemutakhiran,” ujar Sri.
18 Daerah Terdampak Bencana
Pusdalops PB Sumut mencatat bencana melanda 18 kabupaten/kota, yaitu:
Kota Medan, Kota Tebingtinggi, Kota Binjai, Kota Padangsidimpuan, Kota Sibolga, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Serdangbedagai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Asahan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Batubara, dan Kabupaten Mandailing Natal.
Upaya penanganan darurat masih berlangsung, mulai dari evakuasi, distribusi logistik, hingga pemulihan fasilitas umum yang rusak. Pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan disebut terus memperkuat koordinasi untuk mempercepat penanganan di titik-titik terdampak paling parah.
Selengkapnya kunjungi: https://JurnalLugas.Com






