JurnalLugas.Com — Harga sejumlah kebutuhan pokok nasional kembali mengalami pergerakan pada pertengahan Desember 2025. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan cabai rawit merah masih berada di level tinggi, sementara telur ayam ras terpantau stabil namun belum mengalami penurunan signifikan.
Berdasarkan pantauan PIHPS pada Rabu, 17 Desember 2025, pukul 08.30 WIB, harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran nasional tercatat mencapai Rp79.400 per kilogram. Angka ini menegaskan tekanan harga pada komoditas hortikultura yang masih dipengaruhi faktor cuaca dan distribusi. Sementara itu, telur ayam ras dibanderol Rp32.850 per kilogram, relatif stabil dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Selain cabai dan telur, komoditas bawang juga mencatat harga cukup tinggi. Bawang merah diperdagangkan di kisaran Rp52.850 per kilogram, sedangkan bawang putih berada pada level Rp40.000 per kilogram. Kondisi ini menjadi perhatian karena bawang merupakan kebutuhan pokok rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.
Untuk komoditas beras, harga masih bervariasi sesuai kualitas. Beras kualitas bawah I tercatat Rp14.400 per kilogram dan kualitas bawah II Rp14.350 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas medium I berada di harga Rp15.900 per kilogram dan medium II Rp15.750 per kilogram. Adapun beras kualitas super I mencapai Rp17.100 per kilogram, sedangkan super II di kisaran Rp16.600 per kilogram.
Harga cabai jenis lain juga menunjukkan tren cukup tinggi. Cabai merah besar tercatat Rp57.300 per kilogram, cabai merah keriting Rp63.550 per kilogram, dan cabai rawit hijau mencapai Rp61.000 per kilogram. Kondisi ini menandakan tekanan harga cabai masih merata di berbagai jenis.
Untuk sektor protein hewani, harga daging ayam ras berada di angka Rp41.700 per kilogram. Sementara daging sapi kualitas I tercatat Rp141.350 per kilogram dan kualitas II Rp133.150 per kilogram. Harga ini mencerminkan pasokan yang relatif terjaga namun masih di level tinggi.
Komoditas gula pasir juga tercatat stabil. Gula pasir kualitas premium dipatok Rp19.500 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di harga Rp18.200 per kilogram. Di sisi lain, minyak goreng menunjukkan variasi harga cukup lebar. Minyak goreng curah dijual Rp18.850 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp22.450 per liter, dan kemasan bermerek II Rp21.500 per liter.
PIHPS menegaskan bahwa data ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memantau dinamika harga pangan nasional. Pergerakan harga ke depan masih akan dipengaruhi faktor pasokan, distribusi, serta kondisi cuaca di sejumlah daerah sentra produksi.
Pantauan harga pangan harian ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam merencanakan belanja sekaligus menjadi dasar evaluasi kebijakan stabilisasi harga oleh pemerintah.
Baca informasi ekonomi dan harga pangan terkini lainnya di https://JurnalLugas.Com






