Mitra MBG Diklaim Raup Keuntungan Rp1,8 Miliar, BGN Ini Faktanya

JurnalLugas.Com — Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi terkait video yang viral dan mengklaim bahwa mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar per tahun.

Menurut Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya, klaim tersebut menyesatkan dan tidak mencerminkan fakta teknis maupun mekanisme pembiayaan resmi program MBG.

Bacaan Lainnya

“Angka Rp1,8 miliar itu hanyalah estimasi pendapatan kotor maksimal, bukan keuntungan bersih. Banyak biaya operasional dan investasi yang harus dikurangi sebelum bisa menghitung laba bersih,” ujar Sony.

Pendapatan Kotor vs Laba Bersih

Sony menjelaskan, angka Rp1,8 miliar muncul dari perhitungan Rp6 juta dikalikan 313 hari operasional, dengan asumsi program libur setiap Minggu. Hal ini menunjukkan bahwa angka tersebut merupakan gross revenue, bukan keuntungan nyata yang diterima mitra setelah seluruh pengeluaran.

Selain itu, dugaan penggelembungan harga bahan baku disebutnya tidak memiliki dasar bukti. Semua mitra MBG diwajibkan membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesuai Petunjuk Teknis 401.1 tahun 2026, yang menetapkan standar operasional dan sanitasi sangat ketat.

Besaran Investasi Awal Mitra MBG

Setiap mitra perlu menyiapkan investasi awal dari dana pribadi sekitar Rp2,5–6 miliar, tergantung lokasi dan harga lahan, misalnya Jakarta, Bali, Batam, atau Papua. Rincian investasi meliputi:

  • Lahan seluas 500–800 m² dan dapur industri 400 m²
  • 8–10 unit AC, 16 titik CCTV, serta instalasi listrik 3 phase
  • Sistem filtrasi air minum dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
  • Lantai granit atau epoksi antibakteri
  • Fasilitas tempat tinggal karyawan dan ruang kantor
  • Peralatan masak berskala industri
  • Pelatihan tenaga relawan serta sertifikasi SLHS dan halal

Sony menekankan, narasi yang mengaitkan kepemilikan dapur dengan partai politik adalah tidak benar. Program MBG murni dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan tidak terkait kepentingan politik tertentu.

“Semua asumsi keuntungan besar tanpa melihat biaya investasi dan operasional adalah perhitungan yang menyesatkan,” tambahnya.

Klarifikasi ini bertujuan agar masyarakat memahami perbedaan antara pendapatan kotor dan laba bersih serta fakta nyata investasi yang harus dikeluarkan mitra MBG.

Informasi lebih lengkap mengenai program MBG dapat diakses melalui JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Klaim MBG Tak Hanya Sehatkan Anak, Tapi Dongkrak Ekonomi Daerah

Pos terkait