Heboh Iklan Zakat IM3, Indosat Minta Maaf Usai Dikecam Lembaga Zakat

JurnalLugas.Com — Di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital selama bulan suci, langkah komunikasi yang diambil Indosat Ooredoo Hutchison justru memicu polemik. Kampanye iklan dari merek IM3 yang dimaksudkan sebagai edukasi anti-penipuan malah menimbulkan keresahan publik, khususnya terkait isu sensitif zakat.

Perusahaan akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka dan menarik seluruh materi kampanye tersebut dari berbagai kanal.

Bacaan Lainnya

SVP Head of Corporate Communications Indosat, Ovidia Nomia, menegaskan bahwa kampanye tersebut sejak awal dirancang untuk melindungi pelanggan dari maraknya modus penipuan berkedok donasi selama Ramadhan.

“Pesan utama kampanye ini adalah perlindungan pelanggan melalui fitur Anti Spam dan Anti Scam. Tidak ada niat menyinggung nilai keagamaan,” ujarnya singkat, Sabtu (4/4/2026).

Lonjakan Penipuan Saat Ramadhan

Data internal perusahaan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Sepanjang 2025, kasus penipuan digital meningkat signifikan selama Ramadhan, dengan lonjakan mencapai 34,7 persen.

Sebagian besar modus penipuan terjadi melalui aplikasi pesan instan dan telepon langsung. Sekitar 89 persen kasus terdeteksi lewat WhatsApp, sementara 64 persen lainnya melalui panggilan suara yang mengatasnamakan kegiatan sosial, termasuk zakat.

Baca Juga  Kompak Manajemen PT Indosat Tbk Borong Jutaan Saham ISAT

Fenomena ini memperlihatkan bahwa momentum keagamaan kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital untuk mengeksploitasi kepercayaan masyarakat.

Iklan Dinilai Provokatif

Namun, pendekatan komunikasi yang digunakan dalam kampanye IM3 dinilai bermasalah. Salah satu materi iklan luar ruang yang beredar di transportasi publik memuat pesan: “Telpon Ngajak Zakat, Jangan Diangkat! Jangan-jangan Scammer.”

Narasi ini menuai kritik keras dari Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ). Mereka menilai pesan tersebut terlalu generalisasi dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap lembaga zakat resmi.

Ketua Umum POROZ, Bukhori Muslim, menyebut bahwa komunikasi yang tidak presisi bisa berdampak serius.

“Pesan seperti itu bisa menimbulkan keraguan masyarakat terhadap layanan amil resmi yang bekerja sesuai regulasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ekosistem zakat nasional dibangun melalui kepercayaan publik, dan narasi yang ambigu berpotensi mengganggu upaya tersebut.

Respons dan Evaluasi Internal

Menanggapi kritik yang berkembang, Indosat mengaku telah melakukan evaluasi menyeluruh. Seluruh materi kampanye yang dinilai bermasalah kini telah dihentikan.

Baca Juga  Iklan IM3 Picu Kegaduhan, POROZ Jangan Samakan Zakat dengan Penipuan

Langkah ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan sekaligus upaya meredam polemik yang meluas di ruang publik.

Lebih jauh, perusahaan juga membuka peluang kolaborasi dengan lembaga pengelola zakat resmi untuk menciptakan pendekatan edukasi yang lebih tepat sasaran tanpa menimbulkan kesalahpahaman.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa edukasi publik, terutama terkait isu keamanan digital, perlu dikemas dengan sensitivitas tinggi terlebih saat bersinggungan dengan nilai keagamaan.

Di satu sisi, ancaman penipuan digital memang nyata dan terus berkembang. Namun di sisi lain, komunikasi yang kurang hati-hati bisa memicu krisis kepercayaan yang sama besarnya.

Ke depan, sinergi antara perusahaan teknologi, operator telekomunikasi, dan lembaga sosial menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan konsumen dan kepercayaan publik.

Baca juga berita lainnya di JurnalLugas.Com

SF

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait