JurnalLugas.Com – Kebiasaan bermain ponsel hingga larut malam lalu langsung tidur tanpa jeda masih sering dilakukan banyak orang. Aktivitas yang terlihat sepele ini ternyata menyimpan sejumlah risiko bagi kesehatan fisik maupun mental jika berlangsung terus-menerus dalam jangka panjang.
Di era digital saat ini, telepon pintar telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja, berkomunikasi, mencari hiburan, hingga mengakses media sosial dilakukan melalui perangkat tersebut. Namun, penggunaan ponsel yang berlebihan menjelang waktu tidur dapat mengganggu kualitas istirahat yang dibutuhkan tubuh.
Cahaya Layar Menghambat Produksi Hormon Tidur
Salah satu dampak paling umum adalah terganggunya produksi melatonin, hormon yang berperan mengatur siklus tidur alami manusia. Cahaya biru atau blue light yang dipancarkan layar ponsel dapat mengirim sinyal ke otak bahwa tubuh masih berada dalam kondisi aktif sehingga rasa kantuk menjadi tertunda.
Pakar kesehatan tidur menjelaskan bahwa paparan cahaya layar sebelum tidur dapat membuat seseorang lebih sulit terlelap dan mengurangi kualitas tidur secara keseluruhan.
“Tubuh membutuhkan kondisi yang tenang dan minim rangsangan cahaya agar proses tidur berlangsung optimal,” ujar seorang ahli kesehatan tidur, Sabtu 06 Juni 2026.
Risiko Insomnia Meningkat
Penggunaan ponsel dalam waktu lama sebelum tidur juga berpotensi meningkatkan risiko insomnia. Banyak pengguna tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam menonton video, bermain gim, atau berselancar di media sosial hingga melewati jam tidur ideal.
Akibatnya, waktu istirahat menjadi lebih singkat dan tubuh tidak memperoleh fase tidur nyenyak yang cukup untuk proses pemulihan organ serta fungsi otak.
Kurang tidur yang terjadi berulang kali dapat memicu kelelahan kronis, menurunkan konsentrasi, serta mengganggu produktivitas sehari-hari.
Memengaruhi Kesehatan Mata
Menatap layar ponsel dalam durasi panjang menjelang tidur juga dapat menyebabkan mata tegang dan kering. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa tidak nyaman, pandangan kabur sementara, hingga sakit kepala ringan.
Ketika aktivitas tersebut dilakukan setiap malam, keluhan pada mata dapat semakin sering muncul dan mengganggu kenyamanan saat beraktivitas keesokan harinya.
Gangguan Kesehatan Mental
Tidak hanya berdampak pada fisik, penggunaan ponsel berlebihan menjelang tidur juga berhubungan dengan kesehatan mental. Paparan informasi yang berlebihan, konten emosional, maupun interaksi di media sosial dapat membuat pikiran tetap aktif saat tubuh seharusnya beristirahat.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan meningkatnya risiko stres, kecemasan, hingga perubahan suasana hati.
Menurunkan Kinerja Otak di Pagi Hari
Tidur yang tidak berkualitas membuat otak tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup. Dampaknya dapat dirasakan saat bangun pagi, seperti sulit fokus, mudah mengantuk, dan menurunnya kemampuan mengambil keputusan.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi performa belajar maupun produktivitas kerja.
Cara Mengurangi Dampaknya
Agar kualitas tidur tetap terjaga, para ahli menyarankan untuk menghentikan penggunaan ponsel setidaknya 30 hingga 60 menit sebelum tidur. Mengganti aktivitas dengan membaca buku, meditasi ringan, atau mendengarkan musik yang menenangkan dapat membantu tubuh lebih cepat memasuki fase istirahat.
Selain itu, mengaktifkan fitur penyaring cahaya biru dan menetapkan jadwal tidur yang konsisten juga dapat membantu menjaga kesehatan tidur.
Pada akhirnya, tidur bukan sekadar rutinitas harian, melainkan kebutuhan penting yang berpengaruh terhadap kesehatan secara menyeluruh. Mengurangi kebiasaan bermain ponsel berjam-jam sebelum tidur menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi tubuh dan pikiran.
Baca berita kesehatan dan informasi menarik lainnya di JurnalLugas.Com
(Wening)






