Penyebab Asam Urat Tinggi Sering Tak Disadari, Kenali Pemicunya Sebelum Menyerang Sendi

JurnalLugas.Com – Asam urat tinggi menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat, terutama orang dewasa.

Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal sehingga membentuk kristal yang menumpuk di persendian.

Bacaan Lainnya

Akibatnya, penderita dapat mengalami nyeri hebat, bengkak, hingga kesulitan bergerak.

Meski identik dengan usia lanjut, asam urat tinggi juga dapat menyerang usia produktif.

Pola makan yang kurang sehat, gaya hidup, hingga kondisi medis tertentu menjadi faktor yang berperan meningkatkan risiko penyakit ini.

Berikut sejumlah penyebab asam urat tinggi yang perlu diwaspadai sejak dini.

1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Tinggi Purin

Makanan yang mengandung purin tinggi menjadi penyebab paling umum meningkatnya kadar asam urat.

Saat purin dipecah oleh tubuh, akan terbentuk asam urat sebagai hasil akhirnya.

Beberapa makanan yang sebaiknya dibatasi antara lain jeroan, daging merah, seafood seperti sarden, kerang, udang, dan ikan teri, serta kaldu daging yang pekat.

2. Kurang Minum Air Putih

Ginjal berfungsi membuang kelebihan asam urat melalui urine. Ketika tubuh kekurangan cairan, proses pembuangan tersebut menjadi kurang optimal sehingga kadar asam urat dapat meningkat.

Baca Juga  Apakah Gagal Ginjal Bisa Disembuhkan? Ini Penjelasannya dan Cara Mencegah Kondisinya Semakin Parah

Mencukupi kebutuhan air putih setiap hari membantu ginjal bekerja lebih efektif dalam mengeluarkan sisa metabolisme tubuh.

3. Berat Badan Berlebih atau Obesitas

Kelebihan berat badan membuat tubuh memproduksi lebih banyak asam urat sekaligus mengurangi kemampuan ginjal dalam membuangnya.

Kondisi ini menyebabkan kadar asam urat lebih mudah meningkat.

Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan olahraga rutin dapat membantu menurunkan risikonya.

4. Konsumsi Minuman Manis Berlebihan

Minuman yang mengandung gula tambahan, terutama fruktosa, dapat merangsang produksi asam urat di dalam tubuh.

Kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda atau minuman kemasan setiap hari berpotensi meningkatkan risiko hiperurisemia.

5. Gangguan Fungsi Ginjal

Ginjal yang tidak bekerja optimal akan kesulitan membuang asam urat dari dalam darah.

Akibatnya, kadar asam urat terus meningkat dan dapat memicu serangan nyeri sendi secara berulang.

Karena itu, penderita penyakit ginjal disarankan rutin memantau kadar asam urat sesuai anjuran tenaga medis.

6. Faktor Keturunan

Riwayat keluarga juga berpengaruh terhadap risiko seseorang mengalami asam urat tinggi.

Jika orang tua atau saudara kandung memiliki riwayat penyakit ini, peluang mengalami kondisi serupa cenderung lebih besar.

7. Efek Samping Obat Tertentu

Beberapa jenis obat, seperti obat diuretik untuk tekanan darah tinggi maupun obat tertentu lainnya, dapat memengaruhi proses pembuangan asam urat sehingga kadarnya meningkat.

Baca Juga  Penyebab Bau Mulut Tetap Muncul Meski Sudah Sikat Gigi, Jangan Anggap Sepele

Penggunaan obat sebaiknya tetap mengikuti petunjuk dokter dan tidak dihentikan tanpa konsultasi.

Cara Mengurangi Risiko Asam Urat Tinggi

Untuk menjaga kadar asam urat tetap normal, masyarakat dapat menerapkan beberapa langkah sederhana, seperti:

  • Membatasi makanan tinggi purin.
  • Memperbanyak konsumsi sayur dan buah.
  • Minum air putih yang cukup setiap hari.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Mengurangi konsumsi minuman manis dan alkohol.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Dokter spesialis penyakit dalam dr. Ari Fahrial Syam mengingatkan bahwa pola hidup sehat merupakan langkah utama untuk mencegah peningkatan kadar asam urat.

Menurutnya, perubahan gaya hidup yang dilakukan sejak dini dapat membantu mengurangi risiko serangan nyeri sendi maupun komplikasi di kemudian hari.

Asam urat tinggi bukan hanya dipicu oleh makanan, tetapi juga dipengaruhi kondisi kesehatan, fungsi ginjal, hingga kebiasaan sehari-hari.

Dengan mengenali penyebabnya sejak awal, masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan agar kualitas hidup tetap terjaga.

Baca artikel kesehatan lainnya di https://JurnalLugas.Com

(Wening)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait