Janji Prabowo Berikan Beasiswa Doktor hingga Pendanaan Riset

JurnalLugas.Com – Presiden Prabowo Subianto memastikan berbagai rekomendasi yang disampaikan kalangan akademisi dalam Sarasehan Kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (28/6/2026), akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menyusun kebijakan di sektor pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.

Di hadapan sekitar 2.600 rektor, dekan, dan dosen dari perguruan tinggi negeri maupun swasta, Prabowo menegaskan bahwa forum ilmiah tidak boleh berhenti sebatas diskusi.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, setiap gagasan yang muncul harus memiliki peluang untuk diwujudkan melalui kebijakan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Presiden mengungkapkan pemerintah telah menerima rangkuman usulan serta berbagai pertanyaan dari peserta sarasehan.

Dokumen tersebut akan dipelajari secara bertahap bersama kementerian terkait agar setiap rekomendasi dapat dipetakan sesuai tingkat prioritas.

Prabowo menyampaikan apresiasinya kepada seluruh akademisi yang telah menyumbangkan pemikiran bagi pembangunan nasional.

Ia menegaskan seluruh masukan akan diperlakukan sebagai bahan pertimbangan penting dalam proses pengambilan keputusan.

“Saya ingin memastikan setiap usulan yang disampaikan mendapat perhatian dan akan kami telaah satu per satu sebagai bagian dari penyempurnaan kebijakan pemerintah,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, pemerintah tidak hanya membuka ruang dialog dengan kalangan kampus. Aspirasi masyarakat dari berbagai daerah, termasuk yang disampaikan melalui platform digital dan media sosial, juga menjadi bagian dari masukan yang dipantau untuk mengetahui persoalan yang berkembang di lapangan.

Ia menilai kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila pemerintah bersedia mendengar berbagai pandangan, mengakui tantangan yang ada, kemudian mencari solusi secara bersama-sama.

Prabowo akan Fasilitasi Beasiswa Doktor dan Pendanaan Riset

Dalam forum tersebut, sejumlah usulan dinilai memiliki urgensi tinggi untuk segera dikaji. Salah satunya adalah peningkatan alokasi beasiswa program doktor bagi dosen di perguruan tinggi negeri maupun swasta sebagai upaya memperkuat kualitas tenaga pendidik nasional.

Selain itu, akademisi juga mengusulkan pembentukan skema pendanaan riset yang bersumber dari sebagian keuntungan badan usaha milik negara (BUMN).

Pendanaan berkelanjutan dinilai penting agar penelitian di Indonesia mampu menghasilkan inovasi yang memiliki dampak nyata bagi pembangunan.

Prabowo juga memberi perhatian terhadap perlunya memperkuat hilirisasi hasil riset. Menurutnya, penelitian yang dilakukan di kampus sebaiknya tidak berhenti menjadi karya ilmiah, tetapi mampu berkembang menjadi teknologi maupun produk yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Banyak gagasan yang saya nilai relevan dan realistis untuk dikembangkan. Pemerintah akan berupaya menindaklanjuti usulan-usulan tersebut sesuai kemampuan dan kebutuhan nasional,” kata Prabowo.

Selain penguatan riset, peningkatan kerja sama antara perguruan tinggi Indonesia dengan universitas di luar negeri turut menjadi salah satu rekomendasi yang mendapat perhatian.

Kolaborasi internasional diharapkan mampu mempercepat pertukaran ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, serta meningkatkan daya saing pendidikan tinggi Indonesia.

Melalui forum tersebut, pemerintah berharap komunikasi dengan dunia akademik semakin terbuka sehingga kebijakan yang lahir tidak hanya berbasis kebutuhan birokrasi, tetapi juga didukung hasil kajian ilmiah dan pengalaman para pakar di berbagai bidang.

Ikuti berita nasional, pendidikan, dan kebijakan pemerintah terbaru hanya di JurnalLugas.Com

(Catur)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  PDIP dan Prabowo Harmonis Hasto Tegaskan Tidak Ada Persoalan

Pos terkait