AHY Mulai Mengancam Posisi Gibran di Pilpres 2029, Persaingan Cawapres Makin Panas

JurnalLugas.Com – Peta persaingan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menarik perhatian. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai memiliki peluang untuk ikut dalam pertarungan politik tersebut.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, melihat elektabilitas AHY masih memiliki ruang untuk berkembang.

Bacaan Lainnya

Meski saat ini sejumlah nama seperti Prabowo Subianto, Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan berada di posisi lebih kuat dalam sejumlah survei, kondisi tersebut dinilai belum final.

Menurut Jamiluddin, elektabilitas AHY menunjukkan kecenderungan meningkat meski secara bertahap. Perkembangan itu masih dapat berubah menjelang tahapan Pilpres 2029.

Ia menilai AHY memiliki waktu cukup panjang untuk memperkuat posisi politiknya hingga mendekati akhir 2028.

Baca Juga  Ambisi Kereta Nasional 2045, AHY 14.000 Km Rel Baru di Luar Jawa, Butuh Rp1.200 Triliun

Salah satu modal AHY adalah rekam jejaknya sebagai menteri yang relatif minim diterpa persoalan negatif. Di sisi lain, posisi Partai Demokrat dalam peta politik nasional juga menjadi faktor penting untuk memperkuat daya tawar AHY.

“Jika aturan ambang batas pencalonan presiden berubah, ruang bagi partai politik untuk menentukan arah koalisi juga berpotensi semakin terbuka,” katanya, Jumat 11 September 2026.

Namun, Jamiluddin menilai langkah paling realistis bagi AHY saat ini adalah membidik posisi calon wakil presiden. Persaingan untuk posisi tersebut diperkirakan tidak kalah ketat karena nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga berpotensi masuk dalam bursa.

“AHY dinilai lebih kompetitif untuk posisi cawapres, sehingga persaingannya dengan Gibran bisa menjadi salah satu dinamika menarik menuju 2029,” kata Jamiluddin.

Meski demikian, peluang AHY tidak berhenti pada posisi cawapres. Jika elektabilitasnya mampu melonjak dan masuk jajaran teratas nasional dalam dua tahun mendatang, peluang untuk maju sebagai calon presiden dapat kembali terbuka.

Artinya, perjalanan politik AHY menuju 2029 masih sangat cair. Perubahan elektabilitas, kekuatan Demokrat dan arah koalisi akan menjadi faktor penting yang menentukan apakah AHY hanya menjadi kandidat cawapres atau justru ikut berebut kursi RI 1.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait