Survei LKPI, Gerindra 17,3 Persen Unggul, PDIP 16,8 Persen, 22,5 Persen Galau

Jurnallugas.Com — Peta elektabilitas partai politik menuju Pemilu 2029 masih menunjukkan persaingan ketat.

Survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menempatkan Partai Gerindra di posisi teratas, sementara 22,5 persen responden belum menentukan pilihan.

Bacaan Lainnya

Peneliti LKPI Irwan Ardiansyah mengatakan angka tersebut memperlihatkan masih adanya kelompok masyarakat yang belum memberikan pilihan ketika ditanya mengenai partai politik yang akan dipilih.

“Sebanyak 22,5 persen responden belum memberikan jawaban,” kata Irwan dalam keterangannya yang diterima JurnalLugas.Com, Senin, 5 Oktober 2026.

Dalam survei tersebut, Gerindra memperoleh elektabilitas 17,3 persen. PDI Perjuangan berada di posisi kedua dengan 16,8 persen.

Partai NasDem menempati posisi berikutnya dengan 7,3 persen. Kemudian PKB 6,2 persen, Golkar 6,1 persen, PKS 5,5 persen, PAN 4,3 persen, PSI 4,3 persen, dan Demokrat 4,1 persen.

Adapun gabungan partai lain yang berada di luar parlemen tercatat memperoleh 5,6 persen.

Survei di 36 Provinsi

Survei LKPI dilakukan pada 8-20 September 2026 dengan melibatkan 1.246 responden yang tersebar di 36 provinsi.

Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 3,1 persen.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dan telepon. Wawancara tatap muka menjadi metode yang lebih dominan, sementara wawancara telepon menggunakan nomor ponsel virtual yang dipilih secara acak.

Hasil survei ini menunjukkan pertarungan menuju Pemilu 2029 masih terbuka.

Selain persaingan antarp partai, besarnya responden yang belum menentukan pilihan menjadi salah satu kelompok yang berpotensi memengaruhi perubahan peta elektabilitas ke depan.

Baca berita politik dan informasi terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

(Catur)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  DKPP Penyelenggara Pemilu Tidak Netral Heddy Lugito Realitas yang Diakui

Pos terkait