JurnalLugas.Com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendalami perkara dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB periode 2021–2023. Kali ini, penyidik memeriksa kakak kandung mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Erwin Muniruzaman.
Erwin yang menjabat Direktur Utama PT Inucom Bisnis Agra diperiksa sebagai saksi pada 2 Oktober 2026. Salah satu hal yang didalami penyidik berkaitan dengan pembelian mobil Volvo XC90 oleh Ridwan Kamil pada 2023.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menggali pengetahuan Erwin mengenai transaksi kendaraan tersebut.
Menurut Budi, penyidik juga menelusuri penjualan Volvo XC90 yang disebut dilakukan Erwin pada Agustus 2024.
“Penyidik mendalami pembelian Volvo oleh RK dan penjualan kendaraan tersebut pada Agustus 2024,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.
KPK kini mencermati waktu penjualan mobil tersebut karena perkara dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB telah mulai bergulir di lembaga antirasuah.
Pendalaman itu menjadi bagian dari penyidikan untuk mengetahui keterkaitan transaksi kendaraan dengan perkara yang sedang ditangani.
Perkara Bank BJB
KPK mulai mengonfirmasi penyelidikan dugaan korupsi di Bank BJB pada Agustus 2024. Kasus tersebut kemudian berkembang hingga penetapan lima tersangka pada Maret 2025.
Mereka yakni mantan Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi, Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Bank BJB Widi Hartoto, serta Ikin Asikin Dulmanan, Suhendrik, dan Elang Sophan Jaya Kusuma dari sejumlah perusahaan periklanan.
KPK memperkirakan dugaan korupsi pengadaan iklan tersebut menimbulkan kerugian negara sekitar Rp223,6 miliar.
Dalam penyidikan, rumah Ridwan Kamil juga pernah digeledah pada 10 Maret 2025. Penyidik menyita sejumlah barang, termasuk kendaraan.
Ridwan Kamil kemudian diperiksa sebagai saksi pada 2 Desember 2025.
Terbaru, pada 10 Agustus 2026, KPK menahan Widi Hartoto, Ikin Asikin Dulmanan, Suhendrik, dan Elang Sophan Jaya Kusuma. Sementara Yuddy Renaldi belum ditahan ketika itu karena alasan kesehatan.
Kini, transaksi Volvo XC90 menjadi salah satu materi yang kembali didalami penyidik melalui pemeriksaan Erwin Muniruzaman.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com.
(Soefriyanto news)






