JurnalLugas.Com – Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran Soedrajad Djiwandono mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan untuk mengatasi masalah stunting pada anak-anak di Indonesia. Menurutnya, jika tidak ditangani secara efektif, masalah ini akan berdampak buruk bagi generasi mendatang.
Soedrajad menjelaskan bahwa stunting telah menjadi perhatian serius di Indonesia selama beberapa waktu. Terinspirasi dari keberhasilan program pemberian susu gratis di India dan Afrika, Presiden Terpilih Prabowo menginisiasi program MBG untuk meningkatkan status gizi anak-anak dan ibu hamil di tanah air.
Program ini didukung dengan anggaran sebesar Rp71 triliun yang disetujui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Presiden Prabowo. Meskipun implementasinya tidak dapat dilakukan secara sempurna pada awal pelaksanaan, Soedrajad meyakinkan bahwa anggaran tersebut mencukupi untuk melaksanakan program ini.
Namun, World Bank mengungkapkan pandangannya bahwa program makan siang gratis tidak cukup untuk mengatasi stunting, karena tidak difokuskan pada 1.000 hari pertama kehidupan seperti yang dianjurkan untuk intervensi gizi yang efektif.
Mereka menyarankan agar program ini disertai dengan intervensi kesehatan dan gizi yang komprehensif, termasuk pemberian suplemen, obat cacing, kurikulum pendidikan kesehatan, dan kebijakan kesehatan di sekolah.






