JurnalLugas.Com – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga, mengakui bahwa ajakan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk bergabung dalam pemerintahan telah dibahas bersama Koalisi Indonesia Maju (KIM). Hal ini diungkapkan oleh Viva pada Rabu (24/7/2024).
“Ya, sudah didiskusikan bersama anggota KIM untuk PKB dan PKS agar dapat bergabung dengan pemerintah,” kata Viva saat dikonfirmasi.
Viva menjelaskan bahwa langkah ini diambil agar proses pengambilan keputusan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dapat berjalan lebih mulus dan lancar. Selain itu, diharapkan tercipta stabilitas politik yang akan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan nasional.
Meskipun ada wacana untuk bergabung dengan pemerintah, Viva menegaskan bahwa fungsi pengawasan dan kritik terhadap pemerintah tetap akan berjalan. “Fungsi kritik dan kontrol tetap ada meskipun PKB dan PKS nanti masuk ke dalam pemerintahan,” tutur Viva.
Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan wewenang presiden terpilih, Prabowo Subianto, sebagai pimpinan koalisi.
Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, menekankan pentingnya meninggalkan suasana Pilpres 2024 dan fokus pada pembangunan pemerintahan yang kuat untuk mencapai target-target pembangunan nasional. “Pemikiran kita sekarang adalah membangun pemerintahan yang kuat agar dapat mencapai semua target-target pembangunan,” ujar Dave.
Sebelumnya, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, juga menyatakan bahwa presiden terpilih Prabowo Subianto menginginkan PKB bergabung dalam pemerintahan. Hal ini disampaikan Dasco dalam perayaan ulang tahun ke-26 PKB pada Selasa (23/7/2024) malam. Dasco menekankan pentingnya kerjasama antara Gerindra dan PKB dalam pemerintahan.
“Ke depan, PKB dan Gerindra, semua partai harus bersama-sama,” ujar Dasco. “Kami tunggu PKB untuk masuk dalam pemerintahan bersama dengan kami,” tambahnya.
PKB dan Gerindra berada dalam koalisi yang berbeda pada Pilpres 2024. PKB bergabung dengan NasDem dan PKS untuk mendukung pasangan Anies-Muhaimin. Namun, sebelum pendaftaran, Prabowo sempat mengajak Muhaimin untuk menjadi calon presiden.
PKS juga secara terang-terangan menyatakan keinginannya untuk bergabung dalam pemerintahan Prabowo. Hal ini disampaikan oleh Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, yang meminta Gerindra dan PKB untuk mendukung PKS dalam Pilkada Jakarta.
“Alhamdulillah kita dapat presiden terpilih dari Partai Gerindra. Maka berikanlah DKI untuk PKS,” kata Syaikhu.






