Pendapatan Naik PT AirAsia Indonesia Tbk Masih Rugi Rp1,3 Triliun Ini Penyebabnya

JurnalLugas.Com – PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) melaporkan rugi sebesar Rp1,3 triliun hingga akhir Juni 2024, meskipun pendapatannya meningkat 24% menjadi Rp3,8 triliun. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan jumlah penumpang sebesar 21%, mencapai 3,32 juta orang, dengan tingkat keterisian penumpang naik menjadi 87%.

Pendapatan utama CMPP berasal dari penjualan tiket pesawat yang mencapai Rp3,2 triliun, atau 84% dari total pendapatan. Sementara itu, pendapatan dari layanan bagasi dan penerbangan mencapai Rp519 miliar, dan dari layanan tambahan serta kargo masing-masing mencapai Rp33,3 miliar dan Rp26,5 miliar.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Performa PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) Tunjukkan Peningkatan Pendapatan Liabilitas CMPP Naik 15,16%

Namun, CMPP mengalami beban signifikan, termasuk biaya bahan bakar avtur yang mencapai Rp1,78 triliun dan biaya perbaikan pesawat sebesar Rp770 miliar, sehingga total beban usaha mencapai Rp4,4 triliun. Selain itu, kerugian kurs sebesar Rp293 miliar juga mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan.

Untuk meningkatkan kinerja, CMPP terus melakukan inovasi dengan membuka rute baru, termasuk ekspansi ke Australia dan beberapa negara di Asia. Pada Semester I-2024, mereka telah meresmikan dua rute baru dan akan membuka empat rute internasional baru pada Agustus 2024 serta merencanakan pembukaan lebih banyak rute pada Semester II-2024.

Baca Juga  Avtur Meledak, Tarif Ikut Terbang, AirAsia X Naikkan Harga hingga 40%
Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait