PT Bukalapak Tbk (BUKA) Boncos pada Semester I 2024 Ini Laporan Keuangannya

JurnalLugas.Com – PT Bukalapak Tbk (BUKA) mencatatkan kenaikan rugi bersih sebesar Rp751,90 miliar pada semester I-2024. Angka ini mengalami lonjakan sebesar 93,15 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp389,27 miliar.

Di sisi lain, pendapatan BUKA menunjukkan peningkatan sebesar 10,61 persen, mencapai Rp2,41 triliun dari sebelumnya Rp2,18 triliun. “Secara rinci, pendapatan online to offline tercatat sebesar Rp1,20 triliun dan pendapatan segmen marketplace tercatat sebesar Rp1,20 triliun,” ujar Sekretaris Perusahaan BUKA Cut Fika Lutfi dalam keterangan resminya yang diterima JurnalLugas.Com, Kamis (1/8/2024).

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Melonjak Drastis Pasca Teddy Nuryanto Oetomo Mundur

Dalam hal pengeluaran, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp1,95 triliun. Beban penjualan dan pemasaran tercatat sebesar Rp175,06 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi mencapai Rp500,57 miliar.

Per Juni 2024, total aset BUKA tercatat sebesar Rp25,11 triliun, mengalami penurunan sebesar 3,50 persen dari posisi akhir Desember 2023 yang tercatat sebesar Rp26,12 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp682,70 miliar dan ekuitas sebesar Rp24,43 triliun.

Fika menyatakan bahwa perusahaan akan terus mempertahankan pencapaian ini dengan memaksimalkan praktik ESG melalui berbagai inovasi dan program. “Ke depannya, kami akan terus mempertahankan pencapaian ini dengan memaksimalkan praktik ESG melalui berbagai inovasi serta program-program yang dapat kami jalankan,” katanya.

Baca Juga  PT Bukalapak.com (BUKA) Gelar RUPSLB Fokus Perubahan Direksi dan Dana IPO

Baru-baru ini, Bukalapak terpilih menjadi salah satu konstituen dalam Indeks ESG Sector Leaders IDX Kehati untuk periode perdagangan Juni-November 2024. Indeks ini diluncurkan oleh Bursa Efek Indonesia dan dikelola bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) untuk menampilkan saham perusahaan dengan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang di atas rata-rata industrinya serta memiliki likuiditas yang baik.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait