JurnalLugas.Com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dijadwalkan menggelar rapat pleno pada pukul 19.00 WIB hari ini. Agenda utama dalam rapat ini adalah pembahasan pengunduran diri Airlangga Hartarto dari posisi Ketua Umum partai berlambang pohon beringin tersebut. Dalam rapat ini, DPP Partai Golkar juga akan menentukan siapa yang akan mengisi posisi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum.
Setelah pengunduran diri Airlangga, DPP Partai Golkar akan memilih salah satu dari 12 Wakil Ketua Umum sebagai Plt Ketua Umum. Pejabat sementara ini akan melaksanakan tugas Ketua Umum dan mempersiapkan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) atau Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Wakil Ketua Umum Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar, Meutya Hafid, menyatakan bahwa rapat pleno akan dilaksanakan dengan semangat musyawarah dan mufakat. Menurut Meutya, proses pemilihan Plt Ketua Umum sebaiknya tidak melalui sistem voting, mengingat kondisi internal partai yang masih terkejut dengan keputusan Airlangga.
Sejalan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) Partai Golkar, hanya 12 Wakil Ketua Umum yang berhak dipilih sebagai Plt. Rapat pleno ini akan mencakup beberapa agenda penting, yaitu pembacaan surat pengunduran diri Airlangga Hartarto, penentuan Plt Ketua Umum, penentuan jadwal Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), dan penentuan jadwal Munaslub.
Daftar Calon Plt Ketua Umum Partai Golkar:
Bambang Soesatyo (Waketum Madya)
Agus Gumiwang Kartasasmita (Waketum Bidang Perekonomian)
Adies Kadir (Waketum Bidang Hukum)
Kahar Muzakir (Waketum Bidang Kepartaian)
Nurdin Halid (Waketum Bidang Pratama)
Melchias Markus Mekeng (Waketum Bidang Hubungan Kelembagaan)
Ahmad Doli Kurnia (Waketum Bidang Pemenangan Pemilu)
Firman Soebagyo (Waketum Bidang Badan Bencana Alam)
Erwin Aksa (Waketum Bidang Penggalangan Strategis)
Hetifah Sjaifudian (Waketum Bidang Kesejahteraan Rakyat)
Nurul Arifin (Waketum Bidang Komunikasi dan Informasi)
Ridwan Kamil (Waketum Bidang Penggalangan Pemilih)
Dengan agenda yang cukup padat dan penting, rapat pleno kali ini diharapkan mampu menghasilkan keputusan yang tepat untuk mengawal Partai Golkar menuju Munaslub yang akan datang.






