Pasca Airlangga Mundur Dua Orang Dekat Jokowi Berpotensi Duduki Ketum Golkar

Screenshot

JurnalLugas.Com – Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, melihat adanya potensi perubahan dalam kepemimpinan Partai Golkar.

Ia menilai bahwa sejumlah orang dekat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpeluang menggantikan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum partai berlambang pohon beringin ini.

Bacaan Lainnya

Dua nama yang sering disebut adalah Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia.

Selain itu, ada pula spekulasi yang berkembang mengenai kemungkinan masuknya Jokowi atau Gibran Rakabuming Raka ke dalam struktur kepengurusan Partai Golkar. Menurut Lili, kedekatan Agus dan Bahlil dengan Presiden Jokowi bisa membuka jalan bagi Jokowi untuk menjadi bagian dari Golkar, bahkan mungkin sebagai Ketua Dewan Pembina.

“Keduanya (Agus Gumiwang dan Bahlil) orang dekat Presiden Jokowi. Sehingga beredar bisa jadi nanti Jokowi masuk jajaran pengurus Golkar sebagai ketua dewan pembina,” ungkap Lili pada Senin (12/8/2024).

Baca Juga  Golkar Siapkan Babah Alun sebagai Pasangan Kaesang di Pilkada Jakarta

Lili juga menyoroti peran penting keberadaan orang dekat presiden dalam menjaga stabilitas politik Partai Golkar, terutama dalam konteks pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Partai Golkar memang dikenal selalu berada dalam lingkaran kekuasaan sejak lama.

Namun, Lili menyayangkan jika partai sebesar Golkar sampai diintervensi oleh pihak luar dalam upaya menggulingkan Airlangga. Ia menyarankan agar kader dan pengurus Golkar bersikap tegas menolak percepatan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Menurutnya, Munas Golkar seharusnya tetap diadakan sesuai agenda pada Desember nanti.

“Jadi tetap saja ada Munas pada Desember itu karena agendanya Munas kalau sampai Munaslub tekanan dari luar makin kuat,” lanjut Lili.

Di sisi lain, Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, menepis kabar bahwa Presiden Jokowi ikut campur dalam mundurnya Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Ari menegaskan bahwa keputusan tersebut adalah hak pribadi Airlangga dan tidak ada kaitannya dengan Presiden Jokowi.

“Pengunduran diri Bapak Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar adalah pilihan atau hak pribadi beliau, yang selanjutnya sepenuhnya menjadi urusan internal Partai Golkar. Jadi, tak ada kaitannya sama sekali dengan Presiden,” ujar Ari kepada wartawan pada Senin (11/8/2024).

Baca Juga  Sinyal Gantikan Airlangga Bahlil Merangkul Masuk Barang Itu

Ari juga menambahkan bahwa hingga saat ini, Airlangga masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dan bahkan baru-baru ini mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN), serta mengikuti sidang kabinet paripurna pertama di IKN.

Dengan dinamika internal dan spekulasi politik yang terus berkembang, masa depan kepemimpinan Partai Golkar menjadi salah satu topik yang menarik untuk disimak. Bagaimana partai ini mengelola isu-isu internal dan tekanan eksternal akan menentukan perannya di kancah politik Indonesia ke depan.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait