Usia 77 tahun Megawati Batal Pensiun Hambat Regenerasi PDIP Jokowi Tak Mungkin Ketum

JurnalLugas.Com – Pengamat politik dari Indonesia Political Opinion (IPO), Efriza, menilai bahwa keputusan Megawati Soekarnoputri untuk tetap menjabat sebagai Ketua Umum PDIP membawa dampak terhadap minimnya regenerasi kepemimpinan dalam tubuh partai.

“Sayangnya, kesempatan untuk munculnya pemimpin baru di PDIP tidak terjadi,” ungkap Efriza di Jakarta, pada Sabtu, 17 Agustus 2024.

Bacaan Lainnya

Menurut Efriza, keputusan Megawati ini diambil untuk memperkuat persatuan internal partai dan menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki pengaruh besar di PDIP. Langkah ini juga dianggap sebagai tanggapan terhadap isu yang beredar bahwa Presiden Joko Widodo berupaya untuk mengambil alih kursi Ketua Umum PDIP dari tangan Megawati.

Baca Juga  Klaim Survei IPO 49% Warga Nilai Penegakan Hukum RI Sudah Baik

“Jika kita cermati, Jokowi sulit untuk mengambil alih PDIP karena ia sudah menjadi figur yang kurang disukai oleh sebagian besar kader PDIP. Mereka merasa kecewa dengan kebijakan Jokowi yang dianggap mengabaikan partai,” lanjut Efriza.

Tidak hanya itu, Efriza juga menyoroti pernyataan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengenai upaya Jokowi untuk menduduki kursi Ketua Umum PDIP. Menurutnya, pernyataan tersebut hanyalah bagian dari strategi komunikasi politik yang tidak lebih dari suara sumbang semata.

“Hasto hanya ingin menegaskan bahwa PDIP akan tetap berada dalam posisi oposisi terhadap pemerintahan Jokowi dan Prabowo ke depannya,” tambah Efriza.

Sebelumnya, Megawati mengungkapkan alasan mengapa ia batal pensiun dari posisinya sebagai Ketua Umum. Ia menyebut adanya pihak yang ingin mengambil alih partai sebagai salah satu alasannya. Hal ini disampaikannya usai mengumumkan bakal calon kepala daerah yang akan bertarung dalam Pilkada Serentak 2024 di Kantor DPP PDIP, Jakarta, pada Rabu, 14 Agustus 2024.

Baca Juga  Effendi Simbolon Serukan Megawati Mundur Picu Ketegangan di Tubuh PDIP

Pada awalnya, Megawati menyatakan bahwa pada usianya yang sudah mencapai 77 tahun, sudah saatnya ia untuk pensiun. Namun, ia masih diminta untuk terus memimpin PDIP hingga tahun 2025.

“Kalau orang lain diminta menjadi ketua umum, pasti akan senang. Tapi saya masih perlu mempertimbangkannya,” ujar Megawati, seraya menambahkan bahwa dirinya ingin beristirahat dari dunia politik dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait