JurnalLugas.Com – Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Bengkulu menekankan pentingnya peran aktif semua pihak dalam mengantisipasi penyebaran hoaks selama pelaksanaan Pilkada Serentak 2024. Hal ini ditujukan kepada pasangan calon kepala daerah, partai politik, pendukung, dan simpatisan untuk tidak hanya menghindari penyebaran hoaks, tetapi juga memastikan mereka tidak menjadi sumber informasi yang salah.
Iyid Dwi Mursito, Satgas Pemilu Mafindo Wilayah Bengkulu, menyampaikan pernyataan tersebut pada Rabu, 9 Oktober 2024. Ia menekankan pentingnya verifikasi dan pengecekan data sebelum menyampaikan pernyataan di depan publik. “Kami mengharapkan agar setiap kandidat bisa mengantisipasi penyebaran hoaks. Sebelum mengungkapkan sesuatu, pastikan sudah melakukan kroscek dan verifikasi data,” ujarnya.
Dalam situasi pesta demokrasi seperti Pilkada, penyebaran hoaks, berita bohong, serta disinformasi memiliki potensi besar untuk memicu konflik di masyarakat. Iyid menegaskan bahwa informasi yang tidak akurat akan dengan cepat menyebar dan berpotensi menjadi pemicu perpecahan.
Ketika sebuah informasi palsu beredar, respons cepat dari masyarakat dapat memperburuk situasi. Terutama jika pernyataan tersebut berasal dari kandidat yang bertanding, pendukung dan simpatisan akan memperbesar informasi tersebut dengan menggunakan berbagai media, termasuk buzzer politik. “Apa pun yang disampaikan oleh kandidat akan di-blow up oleh pendukung, simpatisan, atau buzzer politik,” tambahnya.
Iyid juga menyoroti bahwa masyarakat sering kali mudah terpengaruh oleh hoaks yang telah diproduksi dan disebarluaskan secara masif. Kondisi ini, menurutnya, menjadi ancaman serius terhadap keutuhan sosial dan keharmonisan masyarakat. Oleh karena itu, Mafindo mengajak seluruh peserta Pilkada Serentak 2024 untuk berkomitmen dalam menjaga kejujuran informasi serta tidak menciptakan atau menyebarkan hoaks.
Tak hanya kepada peserta Pilkada, Mafindo juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring informasi. Dalam era digital, di mana informasi bisa dengan mudah menyebar melalui berbagai platform, penting bagi masyarakat untuk selalu memverifikasi kebenaran setiap berita yang diterima. “Verifikasi, pastikan apakah informasi atau berita yang diterima benar dan bukan hoaks, disinformasi, atau misinformasi,” pungkas Iyid.
Pilkada Serentak 2024 menjadi momen penting bagi demokrasi di Indonesia. Mafindo Bengkulu menegaskan bahwa semua pihak, baik kandidat maupun masyarakat, memiliki peran dalam mencegah penyebaran hoaks yang dapat merusak harmoni sosial. Dengan komitmen bersama untuk menjaga kejujuran dan kebenaran informasi, diharapkan Pilkada dapat berjalan dengan damai dan kondusif.






