Harga Cabai Rawit Merah Turun Beras Premium Bawang Naik

JurnalLugas.Com – Pada Senin, 14 Oktober 2024, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat adanya fluktuasi pada sejumlah harga komoditas pangan di Indonesia. Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas per pukul 09.00 WIB, harga sejumlah komoditas di pasar eceran mengalami perubahan, baik kenaikan maupun penurunan.

Salah satu komoditas yang mengalami penurunan adalah cabai rawit merah. Harga cabai rawit merah turun sebesar 0,46 persen atau Rp210, sehingga menjadi Rp45.870 per kilogram (kg). Selain itu, harga cabai merah keriting juga tercatat mengalami penurunan sebesar 3,19 persen atau Rp970, menjadi Rp29.430 per kg.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, harga beras premium justru mengalami kenaikan. Kenaikan sebesar 0,45 persen atau Rp70 membuat harga beras premium mencapai Rp15.550 per kg. Namun, beras medium justru mengalami penurunan sebesar 0,52 persen atau Rp70, yang menjadikan harga beras medium sama dengan beras premium, yakni Rp15.550 per kg. Beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog juga mengalami kenaikan sebesar 0,48 persen atau Rp60 menjadi Rp12.610 per kg.

Baca Juga  Harga Pangan Nasional Hari Ini Melonjak Simak Detai Harganya

Untuk komoditas bawang, harga bawang merah naik sebesar 0,35 persen atau Rp100, mencapai Rp28.830 per kg. Begitu pula bawang putih bonggol, yang mengalami kenaikan 0,35 persen atau Rp140, sehingga harganya mencapai Rp40.000 per kg.

Selain itu, beberapa komoditas pangan lainnya juga mengalami perubahan harga. Harga daging sapi murni mengalami kenaikan 0,49 persen atau Rp660, menjadi Rp135.220 per kg, sedangkan harga daging ayam ras naik sebesar 0,66 persen atau Rp230 menjadi Rp35.100 per kg. Tidak ketinggalan, harga telur ayam ras juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 1,51 persen atau Rp430 menjadi Rp28.850 per kg.

Komoditas kedelai biji kering impor juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,19 persen atau Rp20, menjadikan harga per kg mencapai Rp10.800. Gula konsumsi juga naik sebesar 0,28 persen atau Rp50, menjadi Rp17.950 per kg.

Untuk minyak goreng, terdapat dua jenis yang mengalami perbedaan tren. Minyak goreng kemasan sederhana mengalami kenaikan sebesar 0,27 persen atau Rp50, menjadi Rp18.240 per kg. Namun, minyak goreng curah justru turun 0,55 persen atau Rp90 menjadi Rp16.370 per kg.

Tepung terigu juga menunjukkan fluktuasi harga. Tepung terigu curah mengalami penurunan harga sebesar 1,77 persen atau Rp180, menjadi Rp9.980 per kg. Sementara itu, tepung terigu non-curah naik tipis 0,08 persen atau Rp10, menjadi Rp13.100 per kg.

Baca Juga  Malaysia Tawar Beras RI Terlalu Murah, Bulog Pilih Tahan Ekspor

Untuk komoditas jagung di tingkat peternak, harga mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar 5,33 persen atau Rp320, menjadi Rp6.320 per kg. Garam halus beryodium juga mengalami kenaikan sebesar 0,26 persen atau Rp30, sehingga harganya mencapai Rp11.640 per kg.

Di sektor perikanan, harga ikan kembung mengalami kenaikan 3,45 persen atau Rp1.270 menjadi Rp38.130 per kg. Ikan tongkol juga naik sebesar 0,99 persen atau Rp310 menjadi Rp31.510 per kg. Namun, ikan bandeng mengalami penurunan harga sebesar 3,20 persen atau Rp1.060, menjadi Rp32.080 per kg.

Pergerakan harga yang fluktuatif ini mencerminkan dinamika pasar pangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk cuaca, produksi, dan distribusi. Bapanas terus memantau harga untuk memastikan stabilitas harga pangan, khususnya menjelang akhir tahun di mana kebutuhan cenderung meningkat.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait