JurnalLugas.Com – PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA), perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan, akan memperoleh suntikan dana sebesar Rp1,25 triliun dari PT Sarana Agro Investama (SAI), pengendali sekaligus pemegang saham utama perseroan.
Pinjaman Tanpa Bunga dan Jaminan
Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan manajemen JAWA pada Rabu (23/10/2024), pinjaman ini akan disalurkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan perseroan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keberlangsungan operasional dan memperbaiki kondisi likuiditas perusahaan.
“Perseroan memerlukan tambahan dana agar dapat beroperasi dengan optimal dan menjaga kelangsungan usaha,” ungkap manajemen JAWA.
Pinjaman yang diberikan oleh SAI ini dinilai sangat menguntungkan bagi JAWA karena tidak dibebani bunga maupun jaminan. Dengan demikian, beban keuangan perusahaan diharapkan bisa lebih ringan.
Kondisi Keuangan Menurun Hingga Juni 2024
Hingga akhir Juni 2024, kondisi keuangan JAWA menunjukkan penurunan signifikan. Kas perseroan tercatat hanya Rp1,38 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan posisi akhir Desember 2023 sebesar Rp7,03 miliar. Di sisi lain, kewajiban atau liabilitas perusahaan mengalami peningkatan, mencapai Rp2,75 triliun per Juni 2024, naik dari Rp2,67 triliun pada akhir tahun sebelumnya.
SAI Menguasai Mayoritas Saham JAWA
Per 30 September 2024, SAI tercatat menguasai 92,50 persen saham JAWA, atau setara dengan 15,01 miliar lembar saham. Posisi SAI sebagai pemegang saham mayoritas memungkinkan mereka memberikan dukungan keuangan langsung untuk memastikan operasional perusahaan tetap berjalan.
Pergerakan Harga Saham JAWA
Pada sesi perdagangan hari ini, saham JAWA berada dalam kondisi stagnan di level Rp127 hingga menjelang penutupan sesi pertama. Di awal perdagangan, saham ini sempat dibuka melemah di Rp118, namun kembali menguat dan menyentuh Rp128 sebelum stabil di posisi akhir.
Langkah PT Sarana Agro Investama dalam memberikan pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan kepada JAWA diharapkan dapat memperbaiki posisi likuiditas perusahaan dan mendukung operasional yang lebih stabil.
Dengan kondisi kas dan utang yang memerlukan penanganan segera, dukungan ini menjadi strategi penting bagi JAWA untuk mempertahankan kelangsungan bisnisnya di tengah tekanan finansial.






