JurnalLugas.Com – PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) berhasil mencatatkan diri sebagai emiten ke-37 di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024. Pada Senin (11/11/2024), saham perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan logam dan bijih logam ini langsung mencuri perhatian pasar dengan kenaikan signifikan di hari pertama perdagangannya.
Lonjakan Harga Saham DAAZ di Hari Pertama
Di awal perdagangan, saham DAAZ dibuka naik sebesar 13,63 persen ke harga Rp1.000 per lembar, lebih tinggi dari harga penawaran awal sebesar Rp880. Berdasarkan data RTI Business, hingga pukul 09.23 WIB, saham DAAZ terus melesat hingga 25 persen, mencapai harga Rp1.100. Nilai transaksi DAAZ tercatat sebesar Rp1,29 miliar, dengan volume perdagangan mencapai 1,18 juta saham dan tercatat dalam 3.067 transaksi.
Rincian Penawaran Umum Perdana (IPO) DAAZ
Dalam Initial Public Offering (IPO) ini, DAAZ menawarkan 300 juta saham, yang setara dengan 15,02 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor dengan nilai nominal Rp100 per saham. Dengan harga IPO sebesar Rp880 per saham, perusahaan berpotensi mengumpulkan dana segar senilai Rp264 miliar.
Alokasi Dana IPO DAAZ
Berdasarkan prospektus yang dikeluarkan, DAAZ akan mengalokasikan dana IPO untuk beberapa kebutuhan bisnis. Alokasi dana ini mencakup:
- Pembelian Bahan Baku Bijih Nikel – Sebesar 33,34 persen dari dana IPO dialokasikan untuk pembelian bijih nikel dari PT Tiran Indonesia (TIA) dan PT Nusajaya Persadatama Mandiri (NPM). Perusahaan menyatakan telah memiliki perjanjian jangka pendek untuk pengadaan bijih nikel ini, dengan pembagian porsi pembelian dari NPM sebesar 70 persen dan TIA sebesar 30 persen.
- Modal Kerja – Sebesar 1,4 persen dari dana IPO akan dialokasikan untuk modal kerja, yang mencakup biaya tenaga kerja dan biaya logistik yang dibutuhkan perusahaan.
- Pinjaman kepada Anak Perusahaan – Sebanyak 66,66 persen dari total dana IPO akan diberikan dalam bentuk pinjaman kepada dua anak perusahaan, yaitu PT Bara Makmur Dwitama (BMD) dan PT Indo Lautan Energi (ILE). BMD akan menerima 50 persen dari alokasi ini untuk pembelian batu bara dan modal kerja, sedangkan 50 persen sisanya dialokasikan ke ILE untuk pembelian bahan bakar solar dari PT ExxonMobil Lubricants Indonesia serta modal kerja yang mencakup biaya tenaga kerja dan biaya logistik.
Strategi DAAZ dalam Menjaga Pasokan Bijih Nikel
Untuk memastikan kelangsungan pasokan bijih nikel, manajemen DAAZ menyatakan akan terus mengupayakan perpanjangan kontrak atau renegosiasi dengan mitra-mitranya. Selain itu, perusahaan juga terbuka untuk menjajaki potensi kontrak dengan pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan bijih nikel di masa mendatang.
Prospek DAAZ di Masa Depan
Sebagai emiten baru yang bergerak di bidang perdagangan logam dan bijih logam, langkah DAAZ dalam memanfaatkan dana IPO untuk memperkuat basis operasional dan pengadaan bahan baku menjadi langkah strategis yang diharapkan mendukung pertumbuhan bisnis di tengah tingginya permintaan logam di pasar domestik dan global.






