Axiata Group Berhad dan Sinarmas Kolaborasi Strategis Dorong 5G Fintech

JurnalLugas.Com – Axiata Group Berhad (Axiata) dan Sinarmas resmi menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) guna mengeksplorasi berbagai peluang kolaborasi strategis di Asia Tenggara. Kesepakatan ini menandai langkah penting dalam memperkuat kerja sama antara dua raksasa industri telekomunikasi Malaysia dan Indonesia.

Penandatanganan MoU di Hadapan Pemimpin Negara

Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan dalam sebuah acara resmi yang dihadiri oleh Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, serta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Acara tersebut berlangsung di Petronas Twin Towers, Kuala Lumpur, menegaskan dukungan kuat dari pemerintah kedua negara terhadap inisiatif bisnis ini.

Bacaan Lainnya

MoU ini menjadi landasan bagi Axiata dan Sinarmas dalam mendiskusikan proyek-proyek serta inisiatif bisnis yang berpotensi mempercepat pertumbuhan sektor telekomunikasi dan digital di Malaysia, Indonesia, serta kawasan Asia Tenggara secara luas.

Mendorong Transformasi Digital dengan 5G dan Fintech

Kolaborasi strategis antara Axiata dan Sinarmas akan berfokus pada pemanfaatan ekosistem telekomunikasi yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan. Beberapa bidang utama yang menjadi perhatian dalam kesepakatan ini meliputi:

  • Pengembangan jaringan 5G untuk meningkatkan kualitas konektivitas di wilayah-wilayah yang tengah berkembang.
  • Layanan berbasis bisnis dan infrastruktur digital guna mendukung kebutuhan industri yang semakin kompleks.
  • Inovasi dalam teknologi finansial (fintech) untuk mempercepat inklusi keuangan di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga  Pelanggan Naik 41% Tapi EXCL Tetap Rugi Rp1,2 Triliun Semester I-2025 Ini Penyebabnya

Vivek Sood, Group Chief Executive Officer (CEO) Axiata Group, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah signifikan dalam mendorong transformasi digital di Asia Tenggara.

“MoU dengan Sinarmas ini merupakan langkah penting dalam memajukan kerja sama regional untuk membentuk gelombang transformasi digital berikutnya di Asia Tenggara,” ungkap Vivek Sood, Selasa (28/1/2025).

Menurutnya, Axiata akan memanfaatkan teknologi 5G, solusi bisnis, serta infrastruktur digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi kesenjangan digital di kawasan tersebut.

Dukungan Pemerintah dan Sinergi dalam Ekonomi Digital

Axiata menyampaikan apresiasinya terhadap kebijakan pemerintah Malaysia dan Indonesia yang mendukung konektivitas serta inklusivitas digital. Sinergi antara kedua perusahaan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mempercepat implementasi agenda ekonomi digital nasional dan regional.

“Kami menyelaraskan ambisi bersama dalam agenda ekonomi digital nasional dan regional, sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan bagi masyarakat,” tambah Vivek.

Di sisi lain, Sinarmas juga melihat kerja sama ini sebagai upaya strategis dalam memperkuat ekosistem digital dan telekomunikasi. Franky Oesman Widjaja, Chairman of Sinar Mas Telecommunications and Technology, menegaskan bahwa sinergi ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

“Kami percaya kemampuan kedua entitas yang bersinergi akan memberikan nilai lebih jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, dan memberikan kontribusi bermakna terhadap ekonomi digital kawasan,” kata Franky.

Rencana Merger XL Axiata dan Smartfren

Selain MoU terkait transformasi digital, Axiata dan Sinar Mas juga menandatangani nota kesepahaman kedua yang memperkuat rencana merger antara PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telcom. Merger ini akan membentuk entitas baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk.

Rencana ini sebelumnya telah diumumkan dalam Perjanjian Definitif pada 11 Desember 2024, dan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat posisi perusahaan dalam industri telekomunikasi di kawasan Asia Tenggara.

Meskipun telah ada kesepakatan, proses merger ini masih harus melalui tahap persetujuan dari regulator pemerintah dan pemegang saham, serta memenuhi berbagai syarat administratif lainnya.

“Apabila seluruh persyaratan dan kondisi telah terpenuhi, penyelesaian merger diharapkan akan terjadi pada paruh pertama 2025,” ungkap Franky.

Kerja sama antara Axiata dan Sinarmas tidak hanya akan memperkuat sektor telekomunikasi di Malaysia dan Indonesia, tetapi juga berpotensi memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara. Dengan dukungan dari pemerintah dan pemangku kepentingan, sinergi ini diharapkan mampu membawa inovasi serta solusi digital yang lebih inklusif bagi masyarakat di kawasan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: JurnalLugas.com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait