Awal 2025 Cerah Pizza Hut Indonesia Cuan Lagi setelah Rugi Rp59 Miliar

JurnalLugas.Com – PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), pemegang lisensi waralaba Pizza Hut di Indonesia, mengawali tahun 2025 dengan performa keuangan yang solid. Emiten sektor makanan dan minuman ini kembali mencetak laba bersih pada kuartal I-2025, memperpanjang tren positif yang sudah dimulai sejak akhir tahun lalu.

Dalam laporan keuangan terbaru, PZZA mencatat penjualan bersih sebesar Rp707 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang sebesar Rp638 miliar.

Bacaan Lainnya

Tak hanya pada sisi pendapatan, kinerja laba perusahaan juga menunjukkan perbaikan signifikan. Laba bersih yang berhasil dibukukan mencapai Rp418 juta, meneruskan pencapaian positif kuartal IV-2024 yang mencatat laba Rp24 miliar. Sebagai perbandingan, pada kuartal I-2024 lalu, PZZA masih merugi hingga Rp59 miliar.

Baca Juga  Dividen OCBC NISP Turun Tajam, Pasar Bereaksi Keras Meski Laba Tumbuh

Pihak manajemen menyebutkan bahwa pencapaian ini mencerminkan kondisi bisnis yang semakin membaik. “Harapannya ke depan akan terus membaik,” ujar perwakilan perusahaan.

Margin Laba dan Operasional Menguat

Hingga akhir Maret 2025, PZZA membukukan laba bruto Rp495 miliar atau tumbuh 14 persen secara tahunan. Margin laba kotor juga mengalami peningkatan dari 67,9 persen menjadi 69,9 persen, menunjukkan efisiensi yang lebih baik dalam pengelolaan biaya pokok penjualan.

Dari sisi operasional, perusahaan mencatatkan laba usaha sebesar Rp11,6 miliar, berbalik arah dari kerugian operasional Rp60 miliar pada kuartal I-2024. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen telah berhasil melakukan perbaikan signifikan dalam efisiensi dan pengendalian biaya.

Arus Kas Positif dan Efisiensi Diskon Penjualan

Arus kas bersih dari aktivitas operasional PZZA mencapai Rp97 miliar, naik 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penerimaan kas dari pelanggan pun meningkat menjadi Rp706 miliar, sejalan dengan kenaikan penjualan bersih.

Baca Juga  Bank QNB Indonesia catat aset Rp13,2 triliun di 2025, kredit melonjak 18% dan NPL turun

Kontribusi pendapatan masih didominasi oleh penjualan makanan, yang mencapai Rp668 miliar atau sekitar 94 persen dari total penjualan. Sementara itu, segmen minuman menyumbang Rp41,4 miliar. Menariknya, PZZA juga memangkas program diskon penjualan secara agresif, dari Rp5,3 miliar menjadi hanya Rp1,8 miliar—turun sekitar 66 persen.

Langkah efisiensi ini berpotensi memperkuat profitabilitas PZZA di kuartal-kuartal mendatang, terutama jika tren pertumbuhan pendapatan berhasil dijaga secara konsisten.

Untuk update berita ekonomi dan bisnis terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait