JurnalLugas.Com – PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (kode saham: LAJU) menyerap dana sebesar Rp41,3 miliar dari total perolehan hasil penawaran umum perdana saham (IPO) hingga Jumat, 11 Juli 2025. Dana tersebut digunakan untuk mendukung strategi ekspansi dan efisiensi operasional perusahaan.
Sebagai informasi, LAJU resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 Januari 2023. Dari IPO tersebut, perseroan berhasil mengantongi dana segar senilai Rp62,03 miliar.
“Dana yang telah kami serap diprioritaskan untuk pelunasan aset tetap dan penguatan operasional,” ungkap Direktur LAJU, A.E. Siregar dalam laporan resmi kepada publik.
Pelunasan Tanah dan Ruko
Dari dana yang telah digunakan, sebesar Rp9,77 miliar dialokasikan untuk pelunasan pembelian tanah yang berlokasi di Kecamatan Cikarang, Kabupaten Bekasi. Lokasi ini dinilai strategis karena dekat dengan kawasan industri dan jalur logistik utama.
Selain tanah, LAJU juga melunasi pembayaran unit ruko yang berada di kawasan Alam Sutera, Tangerang, senilai Rp3,93 miliar. Aset ini rencananya akan digunakan sebagai kantor cabang baru untuk memperluas jangkauan layanan logistik.
Pembelian Armada Operasional
Untuk meningkatkan efisiensi pengiriman barang, LAJU merealisasikan pembelian 25 unit kendaraan operasional senilai Rp10,27 miliar. Penambahan armada ini diharapkan dapat mendukung peningkatan volume pengiriman dan memperluas area layanan.
“Armada baru ini akan kami distribusikan ke beberapa titik operasional utama di Jabodetabek dan Jawa Tengah,” jelas Siregar.
Modal Kerja dan Sisa Dana IPO
Selain pelunasan aset dan belanja modal, perusahaan juga mengalokasikan Rp17,32 miliar untuk kebutuhan modal kerja, seperti biaya operasional harian, gaji karyawan, serta kebutuhan administratif.
Dari total dana IPO sebesar Rp62,03 miliar, LAJU masih menyimpan sisa dana sebesar Rp20,73 miliar. Menurut laporan manajemen, dana tersebut saat ini ditempatkan pada instrumen simpanan di perbankan.
“Sebesar Rp20 miliar kami tempatkan dalam bentuk deposito di PT Bank OCBC NISP Tbk dengan bunga 3,06 persen per bulan. Sedangkan Rp730 juta sisanya disimpan di rekening koran yang berbunga 0,80 persen,” jelasnya.
Komitmen Transparansi dan Efisiensi
Manajemen LAJU menegaskan bahwa penggunaan dana IPO dilaksanakan secara transparan dan sesuai dengan rencana yang telah disampaikan dalam prospektus. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat posisi perusahaan di industri logistik nasional.
“Dengan realisasi ini, kami optimistis bisa mempercepat pertumbuhan bisnis dan memperluas jangkauan operasional,” pungkas Siregar.
Untuk informasi lebih lanjut dan berita terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.






