JurnalLugas.Com – Pada periode 8-12 Juli 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia mencatat kenaikan sebesar 1,02 persen, mencapai level 7.327,590. Namun, tidak semua saham mengalami performa positif selama pekan ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa sebanyak 10 saham mengalami koreksi signifikan sebagai Top Losers.
Selama lima hari perdagangan terakhir, sektor energi tercatat mengalami penurunan sebesar 1,49 persen, sementara sektor barang baku turun 0,53 persen. Namun, sektor lainnya menunjukkan kekuatan dengan sektor industri memimpin kenaikan sebesar 3,32 persen, diikuti oleh konsumer non siklikal (2,03 persen), dan sektor properti & real estate yang melonjak signifikan sebesar 7,25 persen.
PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) menempati posisi teratas sebagai saham dengan pelemahan terbesar, turun 47,51 persen menjadi Rp454 dari Rp865. Disusul oleh 161 saham lainnya yang juga mengalami penurunan, dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp2,911 triliun.
Berikut adalah daftar 10 saham Top Losers yang mengalami penurunan signifikan selama pekan ini:
- PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO): -47,51% di Rp454 dari Rp865
- PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA): -44,44% di Rp50 dari Rp90
- PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR): -20,13% di Rp254 dari Rp318
- PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR): -17,65% di Rp280 dari Rp340
- PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA): -17,14% di Rp58 dari Rp70
- PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI): -14,04% di Rp3.000 dari Rp3.490
- PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI): -12,84% di Rp190 dari Rp218
- PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE): -11,63% di Rp570 dari Rp645
- PT Jaya Trishindo Tbk (HELI): -11,56% di Rp130 dari Rp147
- PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI): -10,66% di Rp545 dari Rp610
Data ini mencerminkan dinamika pergerakan pasar saham Indonesia selama periode terkini, dengan beberapa saham menghadapi tekanan signifikan dari pasar.






