Menteri Transmigrasi Buka Lahan 300 Hektare di Pulau Galang Fokus Pertanian & Peternakan

JurnalLugas.Com – Kementerian Transmigrasi tengah merencanakan pembukaan lahan seluas 300 hektare di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau. Area ini akan difokuskan untuk pengembangan transmigrasi yang bertumpu pada sektor pertanian dan peternakan.

Menteri Transmigrasi, Iftitah S., mengungkapkan bahwa dirinya baru saja mendapat mandat membantu Badan Pengusahaan Batam dan Pemerintah Kota Batam dalam mencadangkan Pulau Galang sebagai wilayah transmigrasi. Menurutnya, pencadangan ini telah disahkan melalui surat keputusan dari Wali Kota Batam.

Bacaan Lainnya

“Pencadangan ini sebagai bagian dari program swasembada pangan dan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat lokal,” jelasnya.

Iftitah menjelaskan, pemilihan Pulau Galang untuk sektor pertanian dan peternakan ini melengkapi pengembangan di Pulau Rempang yang lebih fokus pada perikanan dan hortikultura. Dengan demikian, kedua kawasan diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan secara menyeluruh.

Baca Juga  Bangun Pusat Data di Batam dan Jaringan Jakarta Singapura Moratelindo Belanja Modal Rp1 Triliun

Dia juga menegaskan bahwa program transmigrasi ini bertujuan agar masyarakat lokal dapat menikmati manfaat dari investasi yang masuk ke Batam. “Pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama agar mereka bisa ikut serta dan merasakan hasil investasi,” ujarnya.

Menurut Menteri Iftitah, salah satu tantangan yang dihadapi adalah tingginya angka kemiskinan meski investasi meningkat. Hal ini karena penyerapan tenaga kerja lokal masih terbatas akibat kurangnya keterampilan.

“Karena itu, kami akan fokus pada pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan warga lokal agar dapat bersaing di pasar kerja,” tambahnya.

Dia juga memastikan bahwa prioritas utama dalam pembukaan lapangan kerja adalah masyarakat sekitar. “Warga lokal harus mendapatkan kesempatan pertama dalam mengisi lapangan kerja yang tersedia,” tegas Iftitah.

Pengembangan kawasan transmigrasi Pulau Galang juga dirancang sebagai bagian dari integrasi wilayah Batam, Rempang, dan Galang (BRI). Dalam prosesnya, kementerian mengutamakan dialog dengan masyarakat agar rencana perluasan transmigrasi berjalan lancar tanpa penolakan.

Baca Juga  Mr Pong dan Teerapong Terancam Mati, Penyelundupan Sabu 2 Ton Jaringan Internasional

“Dialog dengan masyarakat akan kami utamakan untuk memastikan semua pihak menerima rencana ini,” tuturnya.

Sementara itu, di Pulau Rempang yang telah bersih dari hambatan, pemerintah akan mempercepat masuknya investasi agar lapangan kerja segera tersedia dan bisa menyerap tenaga kerja lokal.

Program ini menjadi langkah penting untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus menekan angka kemiskinan di tengah geliat investasi yang terus bertambah.

Selengkapnya kunjungi JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait