JurnalLugas.Com — Polda Jawa Barat meningkatkan pengamanan menjelang rencana aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa yang akan berlangsung di depan Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyatakan hingga kini pihak kepolisian belum menerima izin resmi untuk aksi tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap mempersiapkan pengamanan agar potensi kerusuhan bisa dicegah.
“Objek-objek penting seperti perkantoran dan tempat makan juga akan dijaga agar tidak mengalami kerusakan. Informasi yang kami terima, aksi ini direncanakan berlangsung dari 1 sampai 5 September,” ujar Hendra.
Hendra menambahkan, pengamanan dilakukan bersama pihak terkait, termasuk TNI, Satpol PP, dan pemadam kebakaran, untuk mengantisipasi kemungkinan konflik. Petugas nantinya ditempatkan di lokasi-lokasi strategis agar fasilitas umum tetap aman.
“Kami menempatkan personel di titik-titik vital supaya kerusakan dapat dicegah sejak awal,” jelasnya.
Menurut Hendra, tren aksi unjuk rasa saat ini cenderung menimbulkan kerusakan dibandingkan sekadar penyampaian pendapat. Ia menyoroti insiden yang terjadi pada 29 hingga 31 Agustus 2025, di mana massa melempari petugas dengan batu, kayu, dan molotov.
“Benda-benda berbahaya, termasuk botol minuman keras, dilemparkan ke arah petugas. Bahkan kendaraan yang diparkir dan fasilitas umum ikut dirusak,” ungkapnya.
Hendra berharap kondisi pascakericuhan segera membaik. Ia juga mengimbau seluruh pihak agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi isu yang bisa memecah belah masyarakat.
“Kami minta orangtua lebih memperhatikan anak-anaknya, terutama pada malam hari. Kebanyakan yang diamankan berada di luar rumah antara pukul 21.00 WIB sampai 03.00 WIB,” tambahnya.
Upaya pengamanan ini dilakukan untuk menjaga ketertiban umum serta mencegah dampak negatif dari potensi kerusuhan, memastikan masyarakat dan fasilitas publik tetap aman.
Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui JurnalLugas.Com.






