Rheza Sendy Pratama Mahasiswa Amikom Yogyakarta Tewas Usai Demo Ricuh di Polda DIY Diduga Dianiaya Aparat

JurnalLugas.Com – Suasana duka menyelimuti keluarga besar Universitas Amikom Yogyakarta setelah salah satu mahasiswanya, Rheza Sendy Pratama (20), meninggal dunia usai mengikuti aksi demonstrasi yang berakhir ricuh di depan Mapolda DIY pada Sabtu (30/8) hingga Minggu (31/8).

Rheza, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2023, sempat menjalani perawatan di RSUP Dr. Sardjito. Namun, nyawanya tak tertolong dan ia menghembuskan napas terakhir pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka di Dusun Jaten, Desa Sendangadi, Mlati, Sleman, sebelum dimakamkan di pemakaman umum setempat.

Bacaan Lainnya

Ratusan pelayat memenuhi rumah duka, menunjukkan betapa kehilangan mendalam dirasakan keluarga, kerabat, dan rekan-rekan kampusnya.

Misteri Penyebab Kematian

Kematian Rheza masih menyisakan tanda tanya besar. Sejumlah saksi menyebut adanya dugaan penganiayaan oleh petugas keamanan saat kericuhan pecah. Namun, pihak kampus meminta waktu untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut.

Baca Juga  Kasus Penganiayaan Banser, Bahar bin Smith Tak Hadir Pemeriksaan, Ini Penjelasan Polisi

Wakil Rektor III Amikom, Ahmad Fauzi, membenarkan bahwa Rheza adalah mahasiswa aktif. Ia mengaku pihak kampus belum bisa memastikan detail kronologi kejadian.

“Kami masih menunggu informasi resmi. Dari keterangan awal, almarhum ikut aksi sejak Sabtu hingga Minggu. Namun soal penyebab kematiannya, kami masih koordinasi dengan rumah sakit dan teman-temannya,” jelas Fauzi di rumah duka.

Fauzi menambahkan, pihak kampus akan melakukan langkah advokasi jika terbukti ada tindak kekerasan yang menyebabkan nyawa mahasiswanya melayang.
“Kami sangat prihatin. Peristiwa ini seharusnya tidak perlu merenggut korban jiwa. Investigasi perlu dilakukan agar terang benderang,” tegasnya.

Desakan Transparansi

Kasus ini memicu perhatian publik, khususnya terkait dugaan kekerasan aparat saat mengamankan aksi. Aktivis mahasiswa mendesak aparat kepolisian dan pemerintah daerah membuka hasil investigasi secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi liar.

Baca Juga  DPR Tunjukkan Simpati ke Ojol Dilindas Rantis Brimob Publik Nilai Hanya Omong Kosong

Hingga kini, Polda DIY belum memberikan keterangan resmi soal dugaan penganiayaan maupun hasil pemeriksaan medis yang menyebabkan Rheza meninggal dunia.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kematian mahasiswa saat aksi demonstrasi yang menuntut penegakan hukum dan keadilan. Publik menunggu jawaban, apakah benar ada tindak kekerasan yang merenggut nyawa seorang mahasiswa, ataukah ada faktor lain di balik tragedi ini.

Baca berita selengkapnya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait